Internasional
Roket Rusia Meledak di Ukraina, 12 Orang Tewas, Moskwa Dinilai Ingkar Janji
Sebuah roket Rusia menghantam gedung administrasi regional di kota pelabuhan Mykolaiv, selatan Ukraina pada Selasa (29/3/2022) waktu setempat ...
PROHABA.CO, KYIV - Sebuah roket Rusia menghantam gedung administrasi regional di kota pelabuhan Mykolaiv, selatan Ukraina pada Selasa (29/3/2022) waktu setempat.
Menurut pihak berwenang, insiden itu menewaskan 12 orang dan melukai 33 orang.
Dilansir Reuters, orangorang yang terluka ditarik dari puing-puing oleh petugas penyelamat, yang terus bekerja di tempat kejadian.
Rekaman dari layanan penyelamatan negara menunjukkan lubang menganga di sisi gedung.
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di mana roket menghantam dan yang terluka dimasukkan ke tandu ambulans.
Ada bercak darah yang terlihat di puing-puing dan pecahan kaca serta perabotan yang terbalik berserakan di lantai kantor dalam gedung.
Baca juga: Dicurigai sebagai Mata-mata, Negara Eropa Bersamaan Usir Utusan Rusia
“Ini adalah mimpi buruk. Seorang gadis meninggal di lantai saya.
Apa yang bisa saya katakan? Apakah Anda bercanda? Saya memeluknya, dua menit berlalu, dan dia berlalu,” kata seorang wanita setelah dibantu keluar dari gedung oleh tim penyelamat.
“Mereka menghancurkan separuh bangunan, menghantam kantor saya,” kata Gubernur Regional Vitaliy Kim.
Pasukan Rusia telah menyerang pelabuhan selatan Ukraina termasuk Kherson, Odesa, Mykolaiv, dan Mariupol.
Ini dilakukan ketika mereka mencoba memotong Ukraina dari Laut Hitam dan membangun koridor darat dari Rusia ke Crimea, semenanjung yang direbut Rusia pada tahun 2014 lalu.
Kim mengatakan, ada sisi positif dari serangan itu yakni menunjukkan bahwa Rusia sudah menyerah mencoba untuk mengambil alih kota.
Baca juga: Anugerah IPMA 2022, Tribun Network Borong Penghargaan, Serambi Raih Silver Winner
Rusia sejauh ini menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi militer khusus” untuk melucuti senjata tetangganya.
Mereka menyangkal menargetkan warga sipil dan tidak mengomentari serangan di Mykolaiv.
Tapi, Ukraina dan Barat mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi tanpa alasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Prajurit-Ukraina-membawa-tubuh-seorang-kawan-di-atas-tandu-di-kota-Irpin-barat-laut-Kyiv.jpg)