Rabu, 10 Juni 2026

Mengapa Awal Ramadhan 2022 di Indonesia Berbeda?

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah jatuh pada Minggu, 3 April 2022

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Pexels/Towfiqu barbhuiya
Alasan perbedaan jatuhnya awal bulan Ramadhan dari tahun ke tahun. 

PROHABA.CO - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah jatuh pada Minggu, 3 April 2022.

Namun, ternyata ada perbedaapenetapan awal Ramadhan 2022 di Indonesia.

Rapat sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1443 Hijriah dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (1/4/2022).

“Secara mufakat 1 Ramadhan jatuh pada Ahad, 3 April 2022.

Ini hasil sidang isbat yang disepakati bersama,” ujarYaqut.

Hal ini berbeda dengan ketetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang melaksanakan ibadah puasa atau 1 Ramadhan 1443 Hijriah justru pada Sabtu, 2 April 2022.

Lantas, mengapa ketetapan awal Ramadhan 2022 bisa berbeda?

Direktur Urusan AgamaIslam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan, perbedaan awal 1 Ramadhan 1443 Hijriah antara pemerintah dan Muhammadiyah terjadi karena pendekatan yang digunakan berbeda dalam menentukan awal Ramadhan.

“Mengapa terjadi perbedaan (1 Ramadhan)?

Tentu ada pendekatan yang berbeda dalam hal penetapan awal bulan Ramadhan, salah satu di antaranya ada yang menggunakan pendekatan ilwa hisab atau pendekatan hisab secara murni,” kata Adib dalam pemberitaan Kompas.com edisi 28 Maret 2022.

Baca juga: Ketua MPU Aceh Ingatkan Main Game Berpotensi Hilangkan Pahala Puasa

Untuk diketahui, pendekatan hisab adalah cara memperkirakan posisi bulan dan matahari terhadap bumi dengan proses perhitungan astronomis.

Sedangkan, pendekatan rukyat adalah aktivitas pengamatan visibilitas hilal atau bulan sabit saat matahari terbenam menjelang awal bulan di kalender Hjriah.

Perbedaan awal Ramadhan karena metode penetapanKementerian Agama (Kemenag) sendiri pada sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1443 Hijriah ini sudah mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan atau rukyatulhilal.

Awal Ramadhan 2022 akhirnya ditetapkan jatuh pada 3 April 2022, berdasarkan pantauan hilal di 101 titik.

Menag Yaqut menjelaskan bahwa tidak ada satu pun yang melihat hilal selama pemantauan hilal di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved