Mengapa Awal Ramadhan 2022 di Indonesia Berbeda?
Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah jatuh pada Minggu, 3 April 2022
Tidak ada yang salah dengan satu pendekatan saja, tetapi mengandalkan satu pendekatan saja bisa jadi menimbulkan kekeliruan.
Ia mencontohkan, jika hanya mengandalkan pendekatan rukyat maka ketika cuaca di Indonesia di berbagai titik pemantauan hilal digelar tertutup awan tebal, kondisi atmosfer yang banyak debu, mendung atau bahkan hujan, maka pasti hilal akansulit terlihat baik secara mata telanjang maupun dengan bantuan optik.
Sementara, jika hanya mengandalkan perhitungan hisab saja, menurut Yusuf, perhitungan memang umumnya diambil berdasarkan data-data saintifik yang ada selama ini.
Sebab, perhitungan juga tidak bisa berlaku selamanya, atau bahkan belum tentu akan berlaku sampai tahun-tahun berikutnya.
“Perhitungan dan rukyat ini harus dilakukan bersamaan agar saling melengkapi,” kata dia.
“Perhitungan itu cuma berlaku dalam beberapa waktu atau periode saja.
Tidak bisa selamanya,” tambahnya.
Oleh karena itu, Yusuf menyarankan agar ke depannya kedua ormas terbesar di Indonesia seperti Nahdatul Ulama dan Muhammdiyah yang kerap berbeda dalam perkara ini bisa sepakat untuk mendiskusikan dua pendekatan yang ada tadi. (Kompas.com)
Baca juga: Berpuasa Saat Tahan Imbang MU,Bek Leicester Disanjung Tinggi
Baca juga: Masyarakat Wilayah Padat Penduduk Dihimbau Taat Prokes Selama Ramadhan
Baca juga: Bulan Ramadhan Ubah Perilaku Konsumen, Penonton TV Naik 7 Kali Lipat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Alasan-perbedaan-jatuhnya-awal-bulan-Ramadhan-dari-tahun-ke-tahun.jpg)