Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Hancurkan Rudal S-300 Ukraina yang Dipasok Eropa

Rusia mengatakan pada Senin (11/4), bahwa mereka telah menggunakan rudal jelajah untuk menghancurkan sistem rudal S-300 yang telah dipasok ke Ukraina

Editor: Muliadi Gani
(Volodymyr Tarasov/Ukrinform/Future Publishing via Getty Images)
Dokumen foto menunjukkan sistem rudal S-300PS selama parade militer di Kyiv, Ukraina. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Rusia mengatakan pada Senin (11/4), bahwa mereka telah menggunakan rudal jelajah untuk menghancurkan sistem rudal S-300 yang telah dipasok ke Ukraina oleh negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.

Rudal S-300 merupakan rudal anti-pesawat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim Moskwa telah meluncurkan rudal jelajah Kalibr pada Minggu (10/4), terhadap empat peluncur S-300 yang disembunyikan di hanggar di pinggiran kota Dnipro, Ukraina.

Rusia mengatakan 25 tentara Ukraina terkena serangan itu.

Baca juga: Rusia Tunjuk “Jagal” sebagai Komandan Perang di Ukraina

“Rudal Kalibr yang diluncurkan dari laut dengan presisi tinggi menghancurkan peralatan divisi rudal anti-pesawat S-300 yang telah dikirim ke rezim Kyiv oleh negara Eropa,” kata Kementerian itu, dilansir dari Reuters.

Rusia tidak mengatakan negara Eropa mana yang memasok sistem S-300.

Negara anggota NATO, Slovakia, yang telah menyumbangkan sistem rudal semacam itu ke Ukraina, mengatakan bahwa senjata yang dipasoknya tidak terkena.

"S-300 kami tidak hancur," kata juru bicara pemerintah Slovakia Lubica Janikova.

Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim pasukan Moskwa juga telah menembak jatuh dua pesawat Su-25 Ukraina di dekat kota Izium dan menghancurkan dua gudang amunisi, salah satunya di dekat kota selatan Mykolaiv.

Baca juga: Roket Rusia Hancurkan Bandara Dnipro, 5 Luka

Imbas Invasi Rusia ke Ukraina Militer Ukraina tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Diberitakan Russia Today (RT), pada Jumat (8/4) lalu, Slovakia mengumumkan bahwa mereka telah menyumbangkan satu-satunya baterai S-300 ke Ukraina.

Sistem senjata itu adalah bagian dari persenjataan warisan anggota NATO dari masa lalu Soviet.

Tidak jelas berapa banyak kendaraan yang dikirim Slovakia ke Ukraina.

Baterai S-300 biasa dapat memiliki sedikitnya 4-12 peluncur menggunakan radar tunggal untuk mengidentifikasi target, dan dikendalikan oleh satu pos komando.(kompas.com)

Baca juga: Rusia Tantang NATO Perang jika Kirim Pasukan ke Ukraina

Baca juga: China Sebut AS dan NATO Jadi Provokasi Dibalik Konflik Rusia Vs Ukraina

Baca juga: AS Sebut Akan Pasok Senjata Militer Ukraina Untuk Kalahkan Rusia

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved