Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Hancurkan Rudal S-300 Ukraina yang Dipasok Eropa
Rusia mengatakan pada Senin (11/4), bahwa mereka telah menggunakan rudal jelajah untuk menghancurkan sistem rudal S-300 yang telah dipasok ke Ukraina
PROHABA.CO, MOSKWA - Rusia mengatakan pada Senin (11/4), bahwa mereka telah menggunakan rudal jelajah untuk menghancurkan sistem rudal S-300 yang telah dipasok ke Ukraina oleh negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.
Rudal S-300 merupakan rudal anti-pesawat.
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim Moskwa telah meluncurkan rudal jelajah Kalibr pada Minggu (10/4), terhadap empat peluncur S-300 yang disembunyikan di hanggar di pinggiran kota Dnipro, Ukraina.
Rusia mengatakan 25 tentara Ukraina terkena serangan itu.
Baca juga: Rusia Tunjuk “Jagal” sebagai Komandan Perang di Ukraina
“Rudal Kalibr yang diluncurkan dari laut dengan presisi tinggi menghancurkan peralatan divisi rudal anti-pesawat S-300 yang telah dikirim ke rezim Kyiv oleh negara Eropa,” kata Kementerian itu, dilansir dari Reuters.
Rusia tidak mengatakan negara Eropa mana yang memasok sistem S-300.
Negara anggota NATO, Slovakia, yang telah menyumbangkan sistem rudal semacam itu ke Ukraina, mengatakan bahwa senjata yang dipasoknya tidak terkena.
"S-300 kami tidak hancur," kata juru bicara pemerintah Slovakia Lubica Janikova.
Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim pasukan Moskwa juga telah menembak jatuh dua pesawat Su-25 Ukraina di dekat kota Izium dan menghancurkan dua gudang amunisi, salah satunya di dekat kota selatan Mykolaiv.
Baca juga: Roket Rusia Hancurkan Bandara Dnipro, 5 Luka
Imbas Invasi Rusia ke Ukraina Militer Ukraina tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Diberitakan Russia Today (RT), pada Jumat (8/4) lalu, Slovakia mengumumkan bahwa mereka telah menyumbangkan satu-satunya baterai S-300 ke Ukraina.
Sistem senjata itu adalah bagian dari persenjataan warisan anggota NATO dari masa lalu Soviet.
Tidak jelas berapa banyak kendaraan yang dikirim Slovakia ke Ukraina.
Baterai S-300 biasa dapat memiliki sedikitnya 4-12 peluncur menggunakan radar tunggal untuk mengidentifikasi target, dan dikendalikan oleh satu pos komando.(kompas.com)
Baca juga: Rusia Tantang NATO Perang jika Kirim Pasukan ke Ukraina
Baca juga: China Sebut AS dan NATO Jadi Provokasi Dibalik Konflik Rusia Vs Ukraina
Baca juga: AS Sebut Akan Pasok Senjata Militer Ukraina Untuk Kalahkan Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dokumen-foto-menunjukkan-sistem-rudal-S-300PS-selama-parade-militer-di-Kyiv-Ukraina.jpg)