Minggu, 12 April 2026

Internasional

Rusia Hancurkan Gudang Senjata Ukraina di Odessa

Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu (23/4) mengatakan, pasukannya melakukan serangan rudal ke gudang senjata kiriman Amerika Serikat ...

Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/ALEXEI ALEXANDROV
Reruntuhan kendaraan terlihat di Pabrik Metalurgi Illich Iron & Steel Works, perusahaan metalurgi terbesar kedua di Ukraina, di daerah yang dikendalikan oleh pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol, Ukraina, Sabtu, 16 April 2022. 

PROHABA.CO, ODESSA - Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu (23/4) mengatakan, pasukannya melakukan serangan rudal ke gudang senjata kiriman Amerika Serikat dan negara-negara Eropa ke Ukraina di dekat Odessa.

"Angkatan bersenjata Rusia dengan rudal presisi tinggi dan jarak jauh hari ini melumpuhkan terminal logistik di lapangan terbang militer dekat Odessa, tempat sejumlah besar senjata asing yang dikirim oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa disimpan," katanya dikutip dari AFP.

Serangan itu termasuk di antara 22 lokasi militer Ukraina yang menjadi sasaran rudal Rusia pada Sabtu, termasuk tiga gudang senjata dan amunisi di dekat Ilichiovka dan Kramatorsk, lanjut Kemenhan Rusia.

Juga pada Sabtu, pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan serangan di 79 lokasi militer termasuk 16 gudang senjata dan bahan bakar, tambah pernyataan tersebut.

Baca juga: Penyiar TV Tuding AS Tak Akui Kekuaatan Rusia Usai Sebut Rudal Balistik Sarmat Bukan Ancaman

Rusia lanjutkan serangan di Mariupol Rusia pada Sabtu juga melanjutkan serangannya di pabrik baja raksasa Mariupol, beberapa hari setelah Moskwa menyatakan kemenangan di kota selatan Ukraina tersebut dan mengatakan pasukannya tidak perlu mengambil alih pabrik itu.

Pabrik baja raksasa Mariupol digunakan sebagai benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di kota pelabuhan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, tentara negaranya tidak siap memecah pengepungan kota Mariupol.

Namun dia mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin akan mengunjungi Kyiv pada Minggu (24/4) untuk membahas jenis senjata yang dibutuhkan Ukraina guna memerangi invasi Rusia.

Baca juga: Menlu Rusia Ingatkan Dunia Tak Remehkan Risiko Perang Nuklir Jika NATO Tetap Ikut Perang

"Segera setelah kami memiliki (lebih banyak senjata), segera setelah ada cukup banyak, percayalah, kami akan segera merebut kembali wilayah ini atau itu, yang untuk sementara diduduki," kata Zelenskiy pada konferensi pers malam hari di metro Kyiv, dikutip dari Reuters.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden belum mengonfirmasi rencana perjalanan Blinken dan Austin ke Ukraina.

Kementerian Luar Negeri dan Pentagon juga menolak berkomentar.

Serangan di Mariupol adalah pertempuran terbesar dalam perang Rusia Ukraina, dan telah berkecamuk selama berminggu-minggu.

Rusia berusaha merebut Mariupol karena dianggap penting dalam upayanya menghubungkan wilayah Donbass di timur dengan Crimea, semenanjung Laut Hitam yang direbut Moskwa pada 2014.(kompas.com)

Baca juga: Rusia Ungkap Risiko Bentrokan yang Tak Disengaja dengan NATO di Arktik

Baca juga: KPK Buka Peluang Jerat Bupati PPU dengan Pasal Pencucian Uang

Baca juga: Tiga Pemuda Rudapaksa, Lalu Habisi Mahasiswi di Kamar Kos

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved