Luar Negeri
Penjara Ekuador Rusuh Lagi, 43 Tahanan Tewas
Sebanyak 43 tahanan tewas dalam kerusuhan di penjara Ekudor pada Senin (9/5) pagi. Kerusuhan terjadi setelah geng-geng yang bersaing bentrok ...
PROHABA.CO, SANTO DOMIGO - Sebanyak 43 tahanan tewas dalam kerusuhan di penjara Ekudor pada Senin (9/5) pagi.
Kerusuhan terjadi setelah geng-geng yang bersaing bentrok di sebuah penjara di kota Santo Domingo, kata pemerintah.
Ini adalah kerusuhan penjara terbaru yang mengguncang negara Amerika Selatan itu.
Sebanyak 108 tahanan masih buron dan 112 ditangkap kembali, kata Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo dikutip dari Reuters.
Pihak berwenang mengatakan, kerusuhan pecah setelah seorang pemimpin geng dipindahkan ke penjara Bellavista Santo Domingo sesuai perintah pengadilan, yang mungkin menyebabkan kerusuhan di antara para tahanan.
Baca juga: HRS Bagi-bagi Baju Lebaran ke Tahanan di Rutan Bareskrim
Baca juga: Bentrokan di Darfur Barat Sudan, 213 Orang Tewas
Baca juga: Polisi Swedia Tangkap 26 Orang Usai Bentrok Pembakaran Quran
Baik Kemendagri Ekuador dan kantor jaksa agung melaporkan bahwa 43 tahanan tewas.
Sebagian besar dari mereka tewas ditikam, kata Carrillo.
Kerusuhan tersebut merupakan insiden kekerasan terbaru di penjara Ekuador, yang oleh pemerintah dikaitkan dengan perkelahian antara geng untuk menguasai wilayah dan rute perdagangan narkoba.
Tahun lalu, 316 tahanan tewas dalam kerusuhan di berbagai penjara di seluruh Ekuador.
Penjara Bellavista kini sudah terkendali, kata komandan polisi Fausto Salinas, seraya menambahkan bahwa pagar keamanan dibangun di sekeliling penjara setelah para tahanan melarikan diri.
Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika mengatakan, sistem penjara rusak akibat pengabaian negara dan tidak adanya kebijakan yang komprehensif, serta kondisi yang buruk bagi narapidana.
Penjara Ekuador menampung 35.000 orang dan penuh sesak sekitar 15 persen di luar kapasitas maksimum.
Presiden konservatif Guillermo Lasso berjanji untuk mengurangi kekerasan penjara melalui proses pengamanan geng, pembebasan lebih awal bagi tahanan, dan reformasi politik serta sosial.
(kompas.com)
Baca juga: Niat Mencuri, Maling Malah Tergoda Cabuli Janda Molek
Baca juga: ASN Kemendagri dan BNPP Diizinkan WFH Setelah Lebaran
Baca juga: Sebut Biaya dari Orang Luar, Opie Kumis Bangun Pesantren di Tanah Wakaf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Anggota-kepolisian-Ekuador-memindahkan-mayat-seorang-narapidana-yang-tewas.jpg)