Luar Negeri
Biden Angkat Senjata jika Taiwan Diserang, Cina: Jangan Ikut Campur
Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin (23/5) bahwa AS akan campur tangan secara militer, jika Cina mencoba mengambil Taiwan dengan paksa ...
PROHABA.CO, TOKYO - Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin (23/5) bahwa AS akan campur tangan secara militer, jika Cina mencoba mengambil Taiwan dengan paksa.
Meski begitu dilansir CNN, Gedung Putih menyangsikan komentar tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak mencerminkan perubahan dalam kebijakan AS.
Ini adalah ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir Biden mengatakan AS akan melindungi Taiwan dari serangan Cina, namun Gedung Putih menolak pernyataan itu.
Selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Biden ditanya apakah AS bersedia melangkah lebih jauh untuk membantu Taiwan jika terjadi invasi, serta perbedaannya dengan sikap AS pada Ukraina.
"Anda tidak ingin terlibat dalam konflik Ukraina secara militer karena alasan yang jelas.
Baca juga: Setelah Terbangkan 25 Pesawat, Lagi, Cina Kerahkan 39 Jet Tempur ke Taiwan
Apakah Anda bersedia terlibat secara militer untuk membela Taiwan jika itu terjadi?" seorang reporter bertanya. "Ya," jawab Biden.
"Itulah komitmen yang kami buat.
"Kami setuju dengan kebijakan Satu China.
Kami menandatanganinya, dan semua perjanjian yang menyertainya dibuat dari sana, tetapi gagasan bahwa Taiwan dapat diambil dengan paksa tidak tepat," katanya Biden.
AS mengakui posisi Cina bahwa Taiwan adalah bagian dari Cina, tetapi tidak pernah secara resmi mengakui klaim Beijing atas pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu.
AS menyediakan senjata pertahanan Taiwan, tetapi dengan sengaja tetap ambigu terkait apakah akan akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan Cina.
Baca juga: Joe Biden Bantah Serukan Perubahan Rezim di Rusia
Tapi beberapa pejabat tinggi pemerintahan Biden terperangah oleh pernyataan itu.
Beberapa pembantu mengatakan kepada CNN, menambahkan bahwa mereka tidak mengharapkan Biden untuk "begitu tegas."
Dalam sebuah pernyataan menyusul komentar Biden, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan posisi resmi AS tetap tidak berubah.
“Seperti yang dikatakan presiden, kebijakan kami tidak berubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Joe-Biden-3.jpg)