Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

Rusia Kuasai 95 Persen Lugansk, Abramovich Jual Chelsea

Hari ke-91 serangan Rusia ke Ukraina memasuki fase paling aktif, dengan pertempuran di Ukraina timur bisa jadi akan menentukan nasib negara itu, ...

Editor: Muliadi Gani
AFP PHOTO/ARIS MESSINIS
Seorang pria berjalan melewati gedung yang rusak setelah serangan di Kramatorsk di wilayah Donbas, Ukraina timur, pada 25 Mei 2022. 

PROHABA.CO, MOSKOW - Hari ke-91 serangan Rusia ke Ukraina memasuki fase paling aktif, dengan pertempuran di Ukraina timur bisa jadi akan menentukan nasib negara itu, menurut juru bicara kementerian pertahanan Ukraina, Oleksandr Motuzyanyk. “Situasi di front (timur) sangat sulit karena nasib negara ini mungkin sedang diputuskan (di sana) sekarang.”

Pasukan Rusia telah menguasai tiga kota wilayah Donetsk termasuk Svitlodarsk, menurut gubernur regional, Pavlo Kyrylenko.

Sementara itu, Ukraina mengumpulkan mayat tentara Rusia yang ditemukan di kota-kota bekas pendudukan, dengan harapan dapat ditukar dengan tawanan perang atau dengan mayat orang Ukraina.

Jaksa Ukraina telah meluncurkan penyelidikan kejahatan perang di Taman Gorky Kharkiv yang terkena sekitar 50 peluru dalam tiga bulan perang.

“Menyerang sasaran sipil, infrastruktur sipil, mencoba membunuh warga sipil dan menghancurkan warisan budaya, dianggap sebagai kejahatan perang.

Kesalahan dapat terjadi sekali atau dua kali, tetapi ada 56 tembakan yang direkam.

Ini bukan kecelakaan. Mereka menargetkan taman itu," kata jaksa Ukraina Roman Petrenko.

Berikut rangkuman hari ke-91 serangan Rusia ke Ukraina yang berhasil dihimpun.

Baca juga: Jalin Kerjasama Militer, Rusia dan China Kompak Lakukan Patroli Udara di Asia Pasifik

Pasukan Rusia di gerbang Severodonetsk Pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina telah mencapai pinggiran kota utama Severodonetsk di timur, kata gubernur regional.

"Pasukan Rusia telah maju cukup jauh sehingga mereka sudah dapat menembakkan mortir" ke kota itu, kata gubernur Lugansk Sergiy Gaiday dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Severodonetsk, yang memiliki populasi sebelum perang sekitar 100.000 orang, telah berada di bawah serangan Rusia yang tak henti-hentinya selama berminggu-minggu.

Ini adalah salah satu tujuan utama dalam serangan Rusia di kawasan industri Donbas, yang terdiri dari Donetsk dan Lugansk.

Dalam sebuah video Rabu (25/5) malam, gubernurnya mengatakan Rusia sekarang mengendalikan "sekitar 95 persen" wilayah Lugansk.

Penduduk kota yang diduduki bisa dapat paspor Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memudahkan penduduk bagian selatan Ukraina yang diduduki Rusia untuk mendapatkan paspor Rusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved