Rabu, 8 April 2026

Tahukah Anda

Mengapa Ada Perokok Seumur Hidup yang Tak Kena Kanker Paru-Paru?

Merokok merupakan faktor risiko nomor satu yang menyebabkan seseorang menderita kanker paru-paru ...

Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Ilustrasi rokok 

PROHABA.CO - Merokok merupakan faktor risiko nomor satu yang menyebabkan seseorang menderita kanker paru-paru.

Asap tembakau dikaitkan sebagaipemicu kerusakan DNA di paru-paru.

Sedangkan jumlah rokok yang diisap seseorang dikaitkan dengan peningkatan mutasi sel pemicu kanker, setelah setara dengan sekitar 23 tahun merokok satu bungkus sehari.

Tanpa ragu, cara teraman untuk melindungi diri Anda dari kanker paru-paru adalah dengan menghindari merokok.

Namun, di saat yang sama pula, ternyata tidak semua perokok yang merokok seumur hidup mereka ditakdirkan untuk terkena kanker.

Hal ini pun membuat banyak pihak termasuk ilmuwan bertanya-tanya, mengapa bisa seperti itu.

Sebuah studi baru menemukan bahwa genetika memiliki peran yang membuat para perokok ini terhindar dari kanker.

Hasil ini didapat setelah peneliti melakukan studi menggunakan profi l genetik yang diambil dari bronkus 14 perokok yang tak pernah merokok dan 19 perokok ringan, sedang, dan berat.

Baca juga: Selandia Baru Larang Generasi Muda Beli Rokok Seumur Hidup

Baca juga: Kisah Seorang Pria Berhasil Menabung Uang Receh Setelah Berhenti Merokok, Ini Jumlahnya

Sel-sel permukaan yang dikumpulkan dari paru-paru para peserta studi kemudian diurutkan secara individual untuk mengukur mutasi dalam genom mereka.

Dikutip dari Science Alert, Kamis (26/5/2022); di antara perokok yang tak pernah terkena kanker paru-paru, para peneliti menemukan keuntungan yang melekat.

Sel-sel yang melapisi paru-paru mereka tampaknya lebih kecil kemungkinan untuk bermutasi dari waktu ke waktu.

Temuan pun menunjukkan bahwa gen perbaikan DNA lebih aktif di antara beberapa individu, yang dapat melindungi terhadap timbulnya kanker, bahkan ketika rokok diisap secara teratur.

Padahal, mutasi pada paru-paru meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Dan di antara kelompok perokok, kerusakan DNA-nya bahkan lebih signifikan.

“Data kami menunjukkan bahwa orang-orang ini mungkin bertahan bergitu lama meski mereka perokok berat karena mereka berhasil menekan akumulasi mutasi lebih lanjut,” kata ahli epidemiologi dan paru Simon Spivack dari Albert Einstein College of Medicine.

Baca juga: Virus Pembunuh Kanker Disuntikkan untuk Pertama Kalinya pada Manusia

Baca juga: Makanan untuk Mencegah Kanker Serviks, Simak Daftarnya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved