Jaksa Tangani Kasus Penganiayaan Kakak Kandung oleh Oknum Polisi

Oknum polisi berinisial IW di Kabupaten Aceh Tengah diduga melakukan penganiayan terhadap kakak kandungnya. Penganiayaan tersebut dilatarbelakangi ...

Editor: Muliadi Gani
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurochman Nulhakim 

PROHABA.CO, TAKENGON - Oknum polisi berinisial IW di Kabupaten Aceh Tengah diduga melakukan penganiayan terhadap kakak kandungnya.

Penganiayaan tersebut dilatarbelakangi oleh harta warisan orang tua.

Awalnya, polisi berpangkat Aipda itu melerai perkelahian antara kakak kandungnya dengan adik ipar IW.

Perkelahian itu dipicu akibat belum adanya wasiat dari orang tua terkait harta warisan yang ditinggalkan dan oknum polisi di Aceh Tengah itu pun memukul kakak kandungnya.

Hal itu terjadi pada 20 April 20222 di rumah orang tua mereka, tepatnya di Kampung Tansaril, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Saat ini, oknum polisi berinisial IW ditahan oleh Mapolres Aceh Tengah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Baca juga: Aniaya ART, Oknum Polisi di Bengkuli Jadi Tersangka

Baca juga: Nasib Oknum Polisi di Lubuklinggau yang Diduga Lecehkan Anak Balita, Kini Sudah Ditahan

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurochman Nulhakim SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Ibrahim MH mengatakan, kasus tersebut sudah masuk tahap 1 pemberkasan perkara di Kejaksaan Negeri Takengon.

"Sudah pada tahap 1 dan berkas perkaranya di Kejaksaan Negeri Takengon.

Tempo waktu 14 hari penyidikan dilakukan berkas perkara sudah di kejaksaan, sedangkan Aipda IW dilakukan penahanan," ujar Iptu Ibrahim.

Iptu Ibrahim mengatakan, proses penyidikan kasus penganiayaan yang diduga melibatkan oknum personel Polres Aceh Tengah itu sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku agar masyarakat yang melaporkan kasus tersebut merasa terlayani.

Baca juga: Gara-gara Harta Warisan, Pria di Tamiang Tega Aniaya Ibu dan Ayahnya

Baca juga: Keluarga Kandung dan Anak Angkat Dorce Gamalama Ribut Soal Harta Warisan

"Tentu saja dalam penyidikan ini dimulai dari pengaduan korban Fd memerlukan saksi-saksi serta barang bukti agar dalam penyidikan, penyidik bisa melakuan proses sesuai dengan prosedur," katanya.

Iptu Ibrahim meminta kepada warga masyarakat jika ingin mengetahui lebih lanjut kasus penganiayaan ini dapat meminta informasi kepada pihak satreskrim setempat.

"Kami sebagai sumber data yang diperlukan dan jangan meminta informasi yang tidak jelas sumbernya.

Saya yakin kita semua menginginkan kepastian hukum dari kasus yang terjadi, bukan malah memperkeruh situasi.

Apalagi antara korban dengan pelaku merupakan saudara kandung," tutupnya. (rd)

Baca juga: Petugas Satpol PP Aceh Tengah Setop Galian C Ilegal di Kampung Paya Tumpi I

Baca juga: IRT di Aceh Tengah Ditangkap Bersama Suami karena Kasus Sabu

Baca juga: David Beckham Pencinta Kopi yang Lupa Pernah Cetak Gol dari Garis Tengah

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved