Berita Viral

30 Tahun Menghilang, Selamat dalam Bencana Tsunami Aceh, kini Muhadi Kembali ke Kampung Halaman

Ketika berada di Aceh dan Tsunami melanda tahun 2004 silam, Muhadi sempat mengabarkan ke pada keluarganya ia selama dari bencana maha dahsyat itu.

Editor: Budi Fatria
Slamet Widodo
Hilang Dikira Meninggal Dunia-Puluhan tahun tinggalkan kampung halaman, Muhadi (72), kembali berkumpul dengan keluarganya, Selasa (28/6/2022) 

PROHABA.CO - Gempa dan tsunami Aceh pada, Minggu 26 Desember 2004, memporak-porandakan sebagain wilayah Tanah Rencong.

Ratusan ribu orang kehilangan nyawa di Aceh hingga Asia Tenggara.

Rumah penduduk dan sejumlah bagunan hancur akibat gempa dan gelombang tsunami.

Banyak kisah sedih termasuk dari orang-orang yang selamat dalam bencana maha dahsyat itu.

Salah satunya, Muhadi (72), warga asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dikira keluarganya sudah meninggal dunia.

Pasalnya, Muhadi sudah puluhan tahun pamit meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Malaysia.

Karena di Malaysia pekerjaan tidak menentu, akhirnya Muhadi memutuskan mencari kerja di Aceh.
 
Ketika berada di Aceh dan Tsunami melanda tahun 2004 silam, Muhadi kehilangan pekerjaan.
 
Ia sempat memberi kabar ke keluarganya bahwa ia selamat dari bencana tersebut, pada tahun 2006 silam.
 
Terakhir, sebelum pulang ke kampung halaman, ia bekerja sebagai buruh pekebunan di Sumetera Utara.

“Saya pamit merantau pada tahun sekitar 1992 kalau tidak salah,” ujar Muhadi.

Baca juga: Pamit pada Istri untuk Merantau, Ternyata Antar Sabu ke Palembang, Kisah Mantan Anggota DPRK Pijay

Disambut Ratusan Warga
 
Kepulangan Muhadi ke kampung halamannya pada, Selasa (28/6/2022), seperti menemukan bongkahan emas.

Dimana, Muhadi disambut meriah oleh ratusan warga Desa Ngadisoko, Kecamatan Durenan, Trenggalek.
 
“Selamat datang di rumah, Pak,” teriak salah satu warga di antara kerumunan warga yang memadati sepanjang jalan menuju rumah Muhadi.
 
Rasa bahagia juga dirasakan warga, ketika Muhadi kembali pulang setelah selama puluhan tahun dinyatakan hilang, bahkan dianggap telah meninggal.
 
Warga bahkan mengabadikan momen bahagia tersebut, menggunakan telepon genggam.

Sebagian ada yang menayangkan secara langsung di media sosial.
 
“Alhamdulilah Pak Muhadi kembali dan sehat,” teriak seorang warga histeris. 

Di rumah keluarganya, Muhadi di sambut oleh Kapolres Trenggalek, Danramil, Camat Durenan serta perangkat desa.
 
Ratusan warga yang berada di lokasi, bersorak bahagia ketika Surti (65), istri Muhadi bersama empat anaknya menyambut kedatangan pria tersebut di halaman rumahnya.

Baca juga: Masih Ada Korban Tsunami Mengaku Belum Dapat Rumah, Dilaporkan ke Ombudsman

Secara bergantian, empat anaknya memeluk sosok sang bapak yang selama ini tidak ada kabar sama sekali.
 
Sedangkan istrinya Muhadi tampak lebih banyak diam, menahan rasa bahagia yang tidak terungkap.
 
Di dalam rumah, sanak saudara sudah berkumpul dan memberi salam pada Muhadi.
 
Dan pada saat itu juga, dilangsungkan syukuran atas kembalinya Muhadi bersama keluarga di Trenggalek Jawa timur.

30 Tahun Merantau
 
Penuturan Muhadi Muhadi menjelaskan, sekitar 30 tahun silam ia pamit kerja merantau ke Malaysia untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved