Jumat, 24 April 2026

Kabar Artis

Maudy Ayunda Tulis Surat Terbuka Jangan Abaikan Suara Rakyat

Artis dan penyanyi Maudy Ayunda menyampaikan kritik terbuka terhadap situasi sosial dan politik Indonesia saat ini melalui unggahan di media sosial

Editor: Muliadi Gani
Tribunnews.com/ Alivio
MAUDY AYUNDA - Maudy Ayunda ditemui usai jumpa pers film KHD (Ki Hadjar Dewantara) di Gedung Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta Pusat. Maudy Ayunda menyampaikan kritik terbuka terhadap situasi sosial dan politik Indonesia saat ini melalui unggahan di media sosial 

PROHABA.CO, JAKARTA - Artis dan penyanyi Maudy Ayunda menyampaikan kritik terbuka terhadap situasi sosial dan politik Indonesia saat ini melalui unggahan di media sosial, Selasa (2/9/2025).

Surat terbuka itu ia tulis usai membaca buku Pedagogy of the Oppressed karya Paulo Freire.

Menurut Maudy, situasi Indonesia kini mencerminkan langsung apa yang digambarkan dalam buku tersebut.

“Ironis dan miris rasanya, saya merasa seolah buku itu sedang menulis tentang kenyataan kita,” tulis Maudy dalam unggahan Instagram-nya dikutip Kompas.com, Selasa (2/9/2025).

Maudy menekankan pentingnya praxis --gabungan antara refleksi dan aksi kolektif-- dalam menghadapi krisis sosial dan demokrasi.

“Yang kita saksikan belakangan ini adalah bentuk praxis itu: refleksi masyarakat yang tajam, suara yang tak lagi bisa diabaikan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah tidak hanya mendengar tuntutan rakyat secara simbolis, tapi menerjemahkannya dalam kebijakan nyata, transparan, dan akuntabel.

“Tolong jangan anggap remeh rakyat. Pilihlah empati daripada keserakahan.

Pilihlah tindakan nyata, bukan sekadar mendengarkan secara performatif,” tegas Maudy.

Baca juga: Maia Estianty Ikut Berduka Driver Ojol Meninggal Dilindas Rantis Brimob

Maudy berharap, tuntutan dari masyarakat tidak hanya sekedar dibaca dan didengar, melainkan diwujudkan dengan langkah nyata dan secara transparan.

“Kami mohon, jangan hanya dibaca atau didengar.

Tapi, diwujudkan dalam langkah nyata: transparan, bisa jadi pegangan, dan memberi akuntabilitas yang jelas bagi kita semua,” lanjut Maudy.

Maudy juga menutup pesannya dengan seruan agar pemerintah mengedepankan empati.

“Tolong jangan anggap remeh rakyat.

Pilihlah empati daripada keserakahan. Pilihlah tindakan nyata, bukan sekadar mendengarkan secara performatif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved