Selasa, 5 Mei 2026

Universitaria

Pengalaman Perkuat Daya Saing Mahasiswa Terjun di Dunia Kerja

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kini bukan satu-satunya modal bersaing di dunia kerja. Mahasiswa perlu memperkaya diri dengan beragam kemampuan ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Ilustrasi mahasiswa internasional. 

PROHABA.CO - Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kini bukan satu-satunya modal bersaing di dunia kerja.

Mahasiswa perlu memperkaya diri dengan beragam kemampuan serta pengalaman sesuai dengan bidang kerja yang ingin digeluti.

Kabar baiknya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menyiapkan banyak program Kampus Merdeka bagi mahasiswa.

Mendukung program Kemendikbud sekaligus meningkatkan kualitas lulusan, Universitas Pertamina (Uper) kini memberikan pengalaman internasionalisasi bagi mahasiswanya.

Mengapa pengalaman internasionalisasi?

Menurut QS Global Employer Survey Report, 6 dari 10 perusahaan memberi nilai lebih untuk lulusan perguruan tinggi yang punya pengalaman internasional.

Dalam survei lain yang digagas oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) disebutkan bahwa 97 persen lulusan dengan pengalaman mancanegara mendapatkan pekerjaan kurang dari 12 bulan setelah lulus.

Baca juga: Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Lhokseumawe Jalur Mandiri Dibuka, Ini Jadwalnya

Uper menyiapkan program Student Exchange Multiple Partners, yakni skema belajar selama satu hingga dua semester di kampus unggulan mancanegara, dengan tak kurang dari 27 mitra universitas kenamaan dunia di berbagai benua.

Ada juga program Dual Degree, memberikan gelar ganda dengan skema belajar dua tahun di UPER dan dua tahun di salah satu kampus mitra (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia; dan Minnesota State University, Amerika Serikat).

Terakhir, Uper juga memiliki program Flash Track, yaitu program percepatan studi dengan skema belajar empat tahun di Uper dan satu tahun di salah satu kampus mitra global (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia; Malaysia Multimedia University; dan Nantes Université, Perancis).

Manfaat internasionalisasi dirasakan oleh tiga alumni UPER, yakni Azka Rohbiya Ramadani, Kamila Fakhra Fahima, dan Pavita Khansa Bahano, yang kini bekerja di perusahaan nasional dan multinasional impian mereka.

Pengalaman berkuliah dengan skema pertukaran pelajar (student exchange) di Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, diakui Azka sangat membantunya dalam proses rekrutmen di berbagai perusahaan.

Alumni Program Studi Kimia UPER tersebut, mengaku sempat tak memiliki rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan bahasa asing.

Baca juga: Kemenag Buka 3 Beasiswa bagi 21.615 Mahasiswa Baru

Baca juga: 5 Makanan untuk Diet, Mahasiswa Boleh Mencoba

“Ketika berkuliah di UTP, saya ditempatkan di asrama untuk mahasiswa asing.

Sehingga saya harus mengakrabkan diri dengan teman satu asrama.

Selain itu, komunikasi kepada dosen dan teman satu kelas juga mendorong saya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris,” pungkasnya.

Meningkatnya kemampuan Bahasa Inggris Azka membuatnya dengan mudah melalui tahapan rekrutmen sebagai Data Analyst di perusahaan e-commerce multinasional berbasis teknologi, JD.id.

Menjadi pribadi yang adaptif, fleksibel, open-minded dirasakan Kamila sejak berkuliah selama satu semester di IESEG School of Management, Prancis.

Ia mengatakan bahwa pengalaman itu menjadikan dirinya sebagai pribadi yang lebih terbuka terhadap banyak hal.

Ketika berkuliah di IESEG, Kamila tak hanya mengikuti perkuliahan di kelas, tetapi juga terlibat di berbagai proyek atau kegiatan kemahasiswaan.

“Berdiskusi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda, membuat saya memiliki kemampuan untuk menghargai perbedaan yang sangat dibutuhkan sebagai Human Resource.

Baca juga: Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL atau IELTS

Baca juga: Google Buka 3.000 Beasiswa IT Lulusan D3-S1 Semua Jurusan

Saya memahami bahwa setiap individu memiliki potensi,” terang alumni Program Studi Manajemen UPER tersebut yang kini bekerja sebagai People and Recruiter Lead di salah satu startup pencarian kerja berbasis community development, KitaLulus.

Berbeda dari kedua rekannya, Pavita merasakan pengalaman belajar di luar negeri melalui program internship di Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang, membantu dirinya untuk mengembangkan jejaring di lingkup internasional.

Sebagai asisten peneliti di salah satu kampus teknologi terbaik dunia tersebut, Pavita bertugas untuk melakukan kajian parameter air limbah.

“Selama program internship berlangsung, saya banyak berkenalan dengan para profesional.

Jaringan yang luas ini membantu saya mendapatkan pekerjaan sebagai General Staff di perusahaan multinasional Daiki Axis Co.,Ltd., yang salah satu bisnis utamanya di bidang pengolahan air limbah,” ungkap alumni Program Studi Teknik Lingkungan UPER yang saat ini tinggal di Jepang tersebut.

Selain program internasionalisasi untuk mahasiswa, Universitas Pertamina (Uper) juga melakukan pengembangan kompetensi dosen melalui program internasionalisasi seperti pertukaran dosen (faculty exchange), kolaborasi riset, dan adjunct professor.

Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes), Ujian Masuk Online, dan Seleksi Nilai UTBK (Non Tes) untuk Tahun Akademik 2022/2023.

(kompas.com)

Baca juga: Resep Kue Pandan Tape Kukus, Cocok Jadi Hidangan saat Kumpul Keluarga

Baca juga: Guru TK Terlalu Cantik, Orang Tua Minta Sekolah Memecatnya, Alasan Para Suami Jadi Rajin Jemput Anak

Baca juga: Apa Itu Strict Parent dan Apa Akibatnya Jika Orang Tua Terlalu Keras pada Anaknya?

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved