Breaking News:

Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro

Peneliti Indonesia Judicial Research Society (IJRS) Naomi Rehulina Barus mengatakan semestinya polisi tak langsung melepas pelaku pelecehan seksual

Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Ilustrasi kekerasan pada anak. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Peneliti Indonesia Judicial Research Society (IJRS) Naomi Rehulina Barus mengatakan semestinya polisi tak langsung melepas pelaku pelecehan seksual terhadap anak di Bintaro Xchange meskipun disebut mengalami gangguan mental.

Ia mengatakan pemeriksaan kondisi kesehatan mental pelaku tidak dapat dilakukan hanya oleh polisi, namun harus dengan ahli kejiwaan, ataupun dengan melakukan pemeriksaan Visum et Repertum Psikiatrikum (VeRP) kepada pelaku.

"Patut ditekankan juga bahwa spektrum gangguan mental bersifat luas sehingga tidak semua orang dengan gangguan kesehatan mental tidak mampu membedakan benar atau salah perbuatannya," tulis Naomi dalam keterangannya, Rabu (6/7/2022).

Naomi mengatakan tidak semua orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Diduga Cabuli Gadis Belia, Warga Geruduk Rumah YY

"Sehingga yang perlu dilakukan adalah penilaian oleh ahli, bukan penilaian mutlak polisi sebagai aparat penegak hukum," tulis dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi memutuskan untuk tidak memproses hukum pria berinisial ABS (33), pelaku pelecehan terhadap anak di mal Bintaro Xchange, Tangerang Selatan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu menyebut, pelaku tidak dapat diproses secara hukum karena diduga mengidap gangguan mental.

“Jadi pelaku saat ini sudah dibawa ke ke Rumah Sakit Jiwa Dharma Graha Serpong untuk dilakukan pengobatan,” kata Sarly melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022).

Meski belum melakukan pemeriksaan kesehatan pada pelaku, namun polisi meyakini pelaku mengidap gangguan mental.

Baca juga: Tak Mau Pelaku Pelecehan Seksual Hidup Tenang, Susan Sameh Ajak Para Korban Berani Bersuara

Baca juga: Kasus Pelecehan Seks pada Anak 50 Tahun Lalu Kembali Dibuka, Mantan Pastor Jadi Terdakwa

Sarly mengatakan, indikasi itu sudah terlihat saat ia digiring ke Polres Tangerang Selatan oleh orangtua korban bersama sekuriti mall.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved