Berusaha Suap Petugas Imigrasi, Dua Pria Dicokok di Bandara Kualanamu

Dua orang diduga pekerja migran Indonesia ditangkap petugas Imigrasi Kualanamu saat akan berangkat ke Malaysia secara nonprosedural ...

Editor: Muliadi Gani
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA(DANY PERMANA
Ilustrasi Suap: Jaksa Penuntut Umum menyiapkan barang bukti berupa uang pecahan dolar Amerika Serikat dalam sidang mantan Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Selasa (25/2/2014). Dalam sidang tersebut diperiksa sebagai saksi Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoeghana dan mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno terkait pengurusan tender proyek di SKK Migas. 

PROHABA.CO, MEDAN - Dua orang diduga pekerja migran Indonesia ditangkap petugas Imigrasi Kualanamu saat akan berangkat ke Malaysia secara nonprosedural.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Adithia P Barus, pada Jumat (15/7) malam, disebutkan bahwa dua orang itu berinisial SB (35) dan N (29) di Bandara Kualanamu.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kepada keduanya, kami akan serahkan kepada BP3MI untuk dilakukan pendataan dan penanganan bersama lebih lanjut," ujar Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kualanamu, Tedi Hartadi Wibowo.

Dia mengatakan, bermula saat petugas Imigrasi memeriksa SB dan N yang hendak berangkat menuju Penang dengan penerbangan Citilink (QG514).

Keduanya mengaku dari Lhokseumawe Aceh hendak ke Penang untuk tujuan wisata.

Baca juga: Bupati Nonaktif Bogor Didakwa Suap BPK Jabar Rp 1,9 M Demi Predikat WTP

Baca juga: Rajapaksa Mundur, PM Ranil sebagai Plt Presiden Sri Lanka

"Namun, yang bersangkutan memberikan keterangan yang tidak jelas dan di dalam paspor terdapat sejumlah uang yang diduga untuk menyuap petugas agar memberikan izin untuk berangkat," ucapnya.

Petugas Imigrasi pada saat itu langsung menolak uang tersebut dan lalu membawa keduanya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan keduanya mengaku ingin ke Penang untuk bekerja, namun tidak mengantongi izin dari Dinas Ketenagakerjaan yang mana salah satu syarat untuk dapat bekerja sebagai PMI," tuturnya.

Petugas kemudian menghubungi petugas BP3MI Pos Kualanamu dan menyerahkan keduanya beserta barang buktinya untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan Johanes Fanny Satria C.A. mengapresiasi petugas Imigrasi yang berhasil menggagalkan upaya SB dan N untuk ke Malaysia sebagai PMI nonprosedural dan menolak pemberian sejumlah uang.

Baca juga: Soal Deportasi Mitsuhiro, Imigrasi Tunggu Kelengkapan Dokumen

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditahan Imigrasi Singapura, Tunjukkan Ruang Tahanan Bak Penjara

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved