EMPAT Petinggi ACT Resmi Ditahan Bareskrim Polri, Ini Hal yang Dikhawatirkan Dilakukan Tersangka

Dua petinggi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin dan Ibnu Khajar sebagai Presiden ACT saat ini resmi ditahan Bareskrim Polri

Editor: Misran Asri
Tribunnews.com/kolase
Pendiri lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (kiri) dan Presiden ACT saat ini Ibnu Khajar yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana ACT oleh Bareskrim Polri. 

Dua petinggi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin dan Ibnu Khajar sebagai Presiden ACT saat ini resmi ditahan Bareskrim Polri

PROHABA.CO, JAKARTA - Dua petinggi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin selaku Pendiri sekaligus mantan Presiden ACT serta Ibnu Khajar sebagai Presiden ACT saat ini sekaligus pengurus  ditahan Bareskrim Polri.

Bersama dengan Ahyudin dan Ibnu Khajar, Bareskrim Polri juga menahan dua tersangka lainnya yang terlibat dalam dugaan kasus penggelapan donasi masyarakat di lembaga filantropi ACT.

Dua pengurus lainnya itu, Hariyana Hermain selalu Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy, dan Novariadi Imam Akbari selaku sekretaris ACT periode 2009 hingga 2019 dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina ACT.

Keempatnya bakal ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa penahanan dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara, Jumat (29/7/2022).

"Penyidik memutuskan untuk melakukan proses penahanan terhadap 4 tersangka tersebut," kata Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Baca juga: Ahyudin dan Ibnu Khajar Tersangka Penyelewengan Dana ACT

Ia menuturkan bahwa penyidik menahan keempat tersangka karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

Hal itu terbukti dugaan adanya sejumlah dokumen yang hilang di kantor ACT.

"Penyidik mengkhawatirkan adanya barang bukti yang dihilangkan. Karena terbukti minggu lalu kami melaksanakan geledah di kantornya ACT ada beberapa dokumen yang sudah dipindahkan dari kantor tersebut," ungkap dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved