Usai Santap Sate, 125 Warga Tebo Keracunan
Jumlah korban keracunan massal setelah pawai obor dalam perayaaan Tahun Baru Islam di Kabupaten Tebo, Jambi, bertambah menjadi 125 orang ...
PROHABA.CO, JAMBI - Jumlah korban keracunan massal setelah pawai obor dalam perayaaan Tahun Baru Islam di Kabupaten Tebo, Jambi, bertambah menjadi 125 orang.
"Jumlah korban keracunan terus bertambah, sebelumnya 79 orang.
Update data terbaru sudah 125 orang," kata Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega, Selasa (2/8).
Ia merinci korban keracunan anak-anak yang dirawat di Puskesmas Teluk Lancang 10 orang, lalu dirawat di Klinik Fadilah 11 orang dan anak-anak yang dirawat jalan sebanyak 47 orang.
Total anak yang keracunan dengan gejala berat dan ringan sebanyak 68 otang.
Selanjutnya untuk korban orang dewasa yang dirawat di Puskesmas Teluk Lancang 8 orang dan di Klinik Fadilah sebanyak 11 orang dan yang menjalani rawat jalan sebanyak 38 orang.
Baca juga: 94 Warga Keracunan Usai Santap Makanan di Hajatan
"Orang dewasa terdiri dari guru dan orangtua siswa yang mengalami gejala keracunan sebanyak 57 orang," kata Mega.
Dalam kasus keracunan massal ini, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah pihak seperti panitia pawai obor, guru, penjual sate dan orang yang memberi sedekah.
Pemeriksaan ini hanya sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait dugaan sementara penyebab keracunan karena makanan sate.
"Semua masih diperiksa sebagai saksi, belum ada tersangka dalam kasus ini," kata Mega menegaskan.
Seperti dibertakan sebelumnya, sebanyak 79 orang keracunan saat pawai obor perayaan tahun baru Islam 1444 Hijriah.
Keracunan diduga karena mengonsumsi sate saat pawai obor, tepatnya di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi, Sabtu (30/7).
Baca juga: Gas dan Lumpur Panas Menyembur 21 Warga di Mendailing Keracunan
Baca juga: Jadi Bandar Chip Domino, Oknum PNS Dicambuk 24 Kali
"Kita sudah kirim beberapa sampel makanan dan minuman ke laboratorium di Jambi untuk diperiksa," kata Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega melalui sambungan telepon, Senin (1/8).
Ia menuturkan dugaan sementara keracunan massal ini, akibat mengonsumsi sate saat pawai obor.
Namun belum sepenuhnya karena sate, bisa jadi ada makanan lain yang dikonsumsi sebelum sate.
"Untuk mencari kepastian penyebab kematian, kita sudah kirim sampel minuman dan makanan ke Jambi.
Kini kita menunggu hasil pengujian sampelnya," kata Mega.
(kompas.com)
Baca juga: Pura-pura Keracunan Makanan, Tiga Preman Peras Pemilik Toko
Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pelaku Begal Pengemudi Ojek Online yang Beraksi Dini Hari di Jakarta Pusat
Baca juga: Miris! Seorang Wanita Ajak Anaknya Curi Barang Milik Jamaah di dalam Masjid, Aksinya Terekam CCTV
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Polisi-saat-menjenguk-korban-keracunan-yang-sedang-mendapatkan-perawatan-medis.jpg)