Tahukah Anda

Kukang yang Menggemaskan Ternyata Miliki Racun Berbahaya

Kukang merupakan hewan yang lucu, bermata besar, dan terkenal bergerak sangat lambat. Meski menggemaskan, ternyata kukang beracun ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/IDON
Seekor kukang dalam kandang besi yang diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Riau dari penjahat yang memperjualbelikan satwa dilindungi, diperlihatkan pada konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/7/2021). 

PROHABA.CO - Kukang merupakan hewan yang lucu, bermata besar, dan terkenal bergerak sangat lambat.

Meski menggemaskan, ternyata kukang beracun dan mudah tersinggung.

Kukang adalah satu-satunya primata berbisa di dunia yang hidup di hutan hujan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Seperti dilansir dari BBC Science Focus, Minggu (17/7/2022), kukang memiliki bercak botak yang menonjol di bagian dalam lengan atasnya.

Bercak ini disebut kelenjar brakialis yang bisa mengeluarkan minyak berbahaya.

Ketika kukang merasa terancam, ia mengangkat tangannya dan menjilat kelenjarnya.

Kemudian, air liur dan minyak bercampur menghasilkan larutan berbisa. Saat kukang menggigit hewan lain, racunnya masuk ke aliran darah korban.

Dikatakan bahwa racun kukang menyebabkan nyeri, bengkak, dan luka bernanah yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

Racunnya bahkan dapat membunuh mamalia kecil maupun artropoda, dan menyebabkan syok anafi laksis, kelainan jantung, serta kematian pada manusia.

Baca juga: Ada Lima Hewan yang Memakan Anaknya Sendiri, Termasuk Singa

Meskipun racunnya dapat melukai predator dan membunuh hewan kecil, tampaknya kukang cenderung menyimpannya untuk spesiesnya sendiri.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan terhadap 82 kukang di alam liar menunjukkan, sepertiga kukang betina dan lebih dari separuh kukang jantan memiliki luka gigitan dari kukang lain.

Gigitan kukang jantan yang beracun digunakan untuk memperebutkan betina.

Sedangkan, kukang betina memakainya untuk melindungi anak-anak mereka.

Keduanya samasama menggunakan gigitan beracun dalam mempertahankan wilayah mereka.

Racun kukang juga digunakan secara pasif sebagai tindakan pencegahan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

Merawat Damai dengan Cinta

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved