Tak Terbukti Mata-mata Asing, 3 WN Malaysia & China yang Diamankan TNI AL Dideportasi

Tiga WNA, masing-masing dua warga Malaysia Ho Jin Kiat (40) dan Leo Bin Simon (39), dan satu WN China, Ji Dong Bai (45) dideportasi.

Editor: Misran Asri
Dinas Penerangan Angkatan Laut
Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Guspurla Koarmada II yang melaksanakan tugas di Pos Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara berhasil mengamankan enam orang yang terdiri dari tiga orang WNI dan tiga orang WNA. Mereka diamankan karena diduga melakukan aktivitas intelijen. 

Tiga Warga Negara Asing (WNA), masing-masing dua warga Malaysia Ho Jin Kiat (40) dan Leo Bin Simon (39), dan satu WN China, Ji Dong Bai (45) akhirnya dideportasi.

PROHABA.CO - Tiga Warga Negara Asing (WNA), masing-masing dua warga Malaysia Ho Jin Kiat (40) dan Leo Bin Simon (39), dan satu WN China, Ji Dong Bai (45) akhirnya dideportasi.

Sebelumnya tiga WNA tersebut sempat diamankan oleh Satgas Marinir Ambalat XVIII di perbatasan RI – Malaysia, di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (20/7/2022).

Karena gerak-gerik WNA tersebut mencurigakan, seperti sedang melakukan aktivitas intelijen untuk asing. 

Namun, setelah melalui serangkaian pendalaman, ketiga WNA itu tidak terbukti meelakukan kegiatan mata-mata.

Deportasi terhadap ketiga WNA itu dilakukan oleh Kantor Imigrasi Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/8/2022).

Baca juga: WNA di Bali Gondol ATM Berisi Rp20 Juta dan Ancam Bunuh Mantan Pacar

Ketiganya dideportasi melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, menggunakan KM Nunukan Express, sekitar pukul 09.00 WITA.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan, Washington Saut Dompak Napitupulu mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Baca juga: TNI AL Tangkap 6 Orang Diduga Melakukan Aktivitas Intelijen di Kalimantan Utara, 3 di Antaranya WNA

Lalu, dari Kejaksaan Negeri Nunukan dan Pengadilan Negeri Nunukan, tiga WNA itu diputuskan untuk dijatuhi Tindakan Administratif Keimigrasian, berupa Pendeportasian dengan Penangkalan sesuai Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

"Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, mereka tidak mengetahui bahwa salah satu lokasi tempat mereka berfoto adalah obyek vital.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved