Tertipu dengan Profil Wanita Cantik, Pria lampung Diperas Usai Video Call Vulgar 

Seorang Pemuda berinisial AH (26) Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung menjadi korban pemerasan dilakukan sekelompok pria ...

Editor: Muliadi Gani
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Pemuda berinisial AH (26) Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung menjadi korban pemerasan dilakukan sekelompok pria setelah korban tergiur dengan paras wanita di profil media sosial itu rela video call vulgar, kemudian ditangkap layar oleh para pelaku 

PROHABA.CO, LAMPUNG -  Seorang Pemuda berinisial AH (26) Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung menjadi korban pemerasan dilakukan sekelompok pria.

Pelaku pemerasan berinisial DD (23) warga Pekon Margakaya, ES (22) warga kelurahan Pringsewu Selatan, dan DS (31) warga Kelurahan Pringsewu Selatan. 

Kelompok pria yang melakukan pemerasan di Pringsewu ini pura-pura jadi wanita di media sosial, dengan memasang foto profil perempuan cantik.

Alhasil pemuda yang tergiur dengan paras wanita di profil media sosial itu rela video call vulgar, kemudian ditangkap layar oleh para pelaku.

Lantas para pelaku memeras korban si pemuda, dengan mengancam bakal menyebarkan foto vulgar hasil tangkap layar video call itu, apa bila tidak memberi sejumlah uang.

Korban AH, lantas melapor ke polisi. Alhasil polisi menangkap ketiga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata membenarkan bila penangkapan ketiga pelaku berdasar laporan korban AH.

Baca juga: Personel Polresta Tangkap Pemuda Bubon Aceh Barat, Sebar Foto Vulgar & Peras Korban  

"Korban melaporkan kasus tersebut pada Sabtu 13 Agustus 2022," kata Feabo Adigo Mayora Pranata mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, Selasa (16/8/2022).

 Atas laporan tersebut, ketiganya kemudian ditangkap di tiga lokasi berbeda. 

DS diciduk pada Sabtu (13/8/2022) sekira pukul 19.30 WIB di sekitar RS Mitra Husada Pringsewu.

Sedangkan DD dan ES diamankan berselang 30 menit kemudian di rumahnya masing-masing.

Feabo juga mengungkapkan, saat menjalankan aksinya, pelaku pura-pura menjadi perempuan dengan cara memasang foto palsu di media sosial untuk menyasar korban laki-laki.

Pelaku kemudian menghubungi korban melalui media sosial atau aplikasi WhatsApp.

Mereka menyasar korban yang mencantumkan identitas lengkap pada akun media sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved