Jumat, 8 Mei 2026

Luar Negeri

Dugong, Hewan yang Menginspirasi Kisah Putri Duyung, Punah di Cina

Dugong atau duyung merupakan mamalia terkait dengan manatee dan dikatakan telah mengilhami dongeng kuno tentang kisah putri duyung dan Siren ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Foto: Getty Images
Dugong 

Sayangnya, habitatnya yang dekat dengan pantai di Cina membuatnya rentan terhadap pemburu di abad ke-20, dengan manusia mencari hewan itu untuk diambil kulit, tulang, dan dagingnya.

Pada 1988, Dewan Negara Cina sebenarnya sudah mengklasifikasikan dugong sebagai hewan utama yang mendapat perlindungan tingkat satu secara nasional karena penurunan populasinya yang mencolok.

Namun, para peneliti meyakini bahwa perusakan habitat dugong yang berkelanjutan termasuk 'kurangnya padang lamun untuk pakan' telah menyebabkan "kehancuran populasi yang cepat".

Program Lingkungan PBB memperkirakan bahwa 7 persen habitat lamun hilang secara global setiap tahun karena polusi industri dan pertanian, pembangunan pesisir, penangkapan ikan yang tidak diatur, dan perubahan iklim.

Prof Turvey mengatakan, kepunahan dugong di Cina harus menjadi peringatan bagi daerah lain yang menampung duyung termasuk Australia dan Afrika Timur.

Baca juga: Apa Perbedaan Ikan Duyung dengan Putri Duyung? Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Dia menyebutnya sebagai "pengingat serius bahwa kepunahan dapat terjadi sebelum tindakan konservasi yang efektif dikembangkan."

Spesies ini ditemukan di 37 wilayah tropis lainnya di dunia khususnya perairan pantai dangkal di Samudra Pasifik India dan barat tetapi diklasifikasikan sebagai "rentan" dalam daftar merah jenis hewan terancam punah oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

Negara-negara saat ini bertemu di New York untuk menandatangani perjanjian laut PBB baru yang akan menempatkan 30 persen lautan dunia sebagai kawasan lindung.

"Dugong adalah contoh menyedihkan dari apa yang terjadi pada lingkungan laut di mana ada peningkatan perambahan aktivitas manusia," kata Kristina Gjerde, penasihat kebijakan laut lepas untuk IUCN kepada BBC.

(Kompas.com)

Baca juga: Misteri Mumi Putri Duyung di Jepang Mulai Terungkap

Baca juga: Mumi ‘Putri Duyung’ Berusia Sekitar 300 Tahun Ditemukan

Baca juga: Buaya dan Kura-kura Paling Rentan Hadapi Kepunahan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved