Diduga Depresi Sering "Di-bully", Seorang Remaja Nekat Bakar Diri

Korban berinisial ANM (18) warga Kecamatan Pelindung itu tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh. Kapolsek Way Bungur Inspektur Satu ...

Editor: Muliadi Gani
Clay Banks/Unsplash
ilustrasi api 

PROHABA.CO, LAMPUNG - Seorang remaja di Lampung Timur nekat bunuh diri membakar tubuhnya setelah mengguyurnya menggunakan Pertalite.

Diduga korban mengalami depresi akibat sering mengalami perundungan (bully) oleh teman sebayanya.

Peristiwa itu terjadi di persawahan yang berada di tepi Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Sumatera, Lampung Timur, pada Mingggu (28/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban berinisial ANM (18) warga Kecamatan Pelindung itu tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh.

Kapolsek Way Bungur Inspektur Satu (Iptu) Riki Setiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut Riki, korban ditemukan pertama kali oleh saksi Misno yang saat itu sedang mencari rumput di lokasi.

Baca juga: KISAH VIRAL! Gadis Cantik Ini Hidup dengan Satu Mata Palsu, Kerap Dibully, Tapi Tetap Bersyukur 

"Saksi Misno mendengar dan melihat korban berteriak minta tolong sambil berlari di persawahan ke arah jalan," kata Riki saat dihubungi melalui telepon, Selasa (30/8).

Saksi lalu menghubungi rekannya yang langsung melapor ke anggota patroli Polsek Way Bungur.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun akibat luka bakar yang parah korban kemudian meninggal dunia pada Senin (29/8) pagi.  

Diduga sering di-bully

Dari penulusuran Polsek Way Bungur, Riki mengatakan diduga korban mengalami depresi akibat sering dirundung oleh sejumlah teman sebayanya.

Baca juga: Elly Sugigi GERAM Anaknya Dibully Netizen Gegara Prahara dengan Fuji, Bakal Lapor Polisi

Baca juga: Cinta Laura Pernah Jadi Korban Bully, Ini Caranya Melupakan Masa Kelam

Sehingga, korban nekat mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya dengan membakar diri itu.

"Korban sering di-bully soal ekonomi, sering dikatai anak miskin," kata Riki.

Dari keterangan keluarga, korban terakhir terlihat pada Jumat (26/8) ketika hendak berpamitan untuk mencari pekerjaan.

Sebelum pergi, korban juga sempat menjual ponselnya untuk ongkos kendaraan.

Riki menambahkan, belum diketahui posisi korban sejak Sabtu hingga hari kejadian tersebut.

Namun, dari penelusuran polisi, korban membeli bahan bakar jenis pertalite di pengecer yang tidak jauh dari lokasi.

"Diduga korban mengguyur tubuhnya dengan bahan bakar itu lalu menyulutnya dengan api," kata Riki.

(kompas.com)

Baca juga: Apa Dampak Jangka Panjang Bullying bagi Anak-Anak?

Baca juga: Psikolog: Tanda Anak Alami Bullying, Orang Tua Harus Tahu

Baca juga: Sakit Hati Di-bully, Seorang Remaja Bacok Tetangganya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved