Tahukah Anda

Mengapa Cuma Nyamuk Betina yang Mengisap Darah Manusia?

Namun, ternyata hanya nyamuk betina saja yang mampu menggigit manusia dan hewan untuk mengambil darahnya. Hal itu diungkapkan dalam studi ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SCIENTISTSAGAINSTMALARIA.NET
Nyamuk anopheles, pembawa parasit Plasmodium sp yang menyebabkan penyakit malaria. 

“Dalam memuaskan dahaganya, mereka juga dapat meningkatkan penyebaran penyakit,” ujar Joshua Benoit, seorang ahli biologi di University of Cincinnati sekaligus penulis studi tersebut.

Sebab, proses mengisap darah merupakan fase transfer virus ke manusia.

Baca juga: Cara-cara Ini Dapat Mengusir Kecoak dari dalam Rumah Anda, Praktis, Cepat, dan Mudah

Cara nyamuk kenali darah Menurut studi lainnya yang dipublikasikan jurnal Neuron tahun 2020, nyamuk Aedes aegypti betina harus akurat dalam membedakan darah dan nektar.

Tim peneliti dari The Rockefeller University, New York, mengungkap kemampuan nyamuk untuk mengenali darah sudah menjadi bawaan sejak lahir.

Maka, untuk melihat keistimewaan darah di mata nyamuk, peneliti menggunakan nyamuk betina yang dimodifikasi secara genetik.

Tujuannya adalah mengamati kelompok neuron atau sel saraf mana yang menyala, ketika mereka mencicipi darah.

Saat sel saraf tertentu aktif, tanda fluoresen pada serangga yang dimodifikasi secara genetik bersinar.

Selama penelitian, nyamuk diberikan campuran empat senyawa yang dikembangkan secara khusus untuk meniru rasa darah.

Campuran tersebut mengandung glukosa, natrium klorida, natrium bikarbonat, dan adenosin trifosfat (ATP), yakni senyawa yang menyediakan energi untuk sel.

Baca juga: Anjing Laut Bantu Peneliti Jepang Kumpul Data di Bawah Es Antartika

Hasilnya menunjukkan, meskipun nyamuk menyukai darah sintetis ini, mereka tidak tertarik pada campuran gula dan larutan garam.

Studi itu juga membuktikan bahwa glukosa yang ditemukan dalam nektar dan darah, tidak secara konsisten mengaktifkan sel saraf tertentu.

Akan tetapi, natrium klorida, natrium bikarbonat, dan ATP masing-masing mengaktifkan kelompok saraf spesifik Aedes aegypti, nyamuk penyebar demam berdarah, zika, demam kuning, serta virus chikungunya.

Para peneliti turut menemukan satu kelompok neuron yang hanya diaktifkan oleh darah, termasuk darah asli dan darah sintetis yang disiapkan.

“Perbedaan antara darah dan nektar karena itu dikodekan dalam neuron khusus pada tingkat pertama deteksi sensorik pada nyamuk,” kata peneliti dalam studi dilansir dari India Today, 16 Oktober 2020.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved