Kamis, 9 April 2026

Tahukah Anda

Mengapa Cuma Nyamuk Betina yang Mengisap Darah Manusia?

Namun, ternyata hanya nyamuk betina saja yang mampu menggigit manusia dan hewan untuk mengambil darahnya. Hal itu diungkapkan dalam studi ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SCIENTISTSAGAINSTMALARIA.NET
Nyamuk anopheles, pembawa parasit Plasmodium sp yang menyebabkan penyakit malaria. 

PROHABA.CO - Sebagian besar orang mungkin menganggap, semua nyamuk mengisap darah manusia untuk tetap hidup.

Namun, ternyata hanya nyamuk betina saja yang mampu menggigit manusia dan hewan untuk mengambil darahnya.

Hal itu diungkapkan dalam studi yang dipublikasikan pada 2018 diScientific Reports, oleh sekelompok peneliti.

Lantas, kenapa hanya nyamuk betina yang mengisap darah manusia?

Serba-serbi hewan kali ini membahas lebih dalam tentang penyebab di balik perilaku tersebut.

Dijelaskan para peneliti, nyamuk betina membutuhkan darah itu untuk mendapatkan nutrisi dan protein yang dibutuhkan telur mereka.

Pada dasarnya, darah manusia ataupun hewan adalah suplemen bagi nyamuk betina untuk bertelur.

Nyamuk betina menggunakan organ yang disebut palp rahang atas untuk mendeteksi karbon dioksida yang dikeluarkan hewan dan manusia saat mengembuskan napas.

Mereka juga dapat menangkap isyarat termal seperti suhu tubuh, bahkan aroma tertentu yang manusia pancarkan sehingga menjadikannya objek mangsa.

Baca juga: Noda Darah dan Nyamuk Mati Gepeng di Dinding Bantu Polisi Tangkap Pencuri

Sementara, nyamuk jantan tidak mampu menggigit karena mereka tidak memiliki bagian mulut khusus yang diperlukan untuk menusuk kulit.

Nyamuk dewasa bisa hidup sekitar 2-4 pekan tergantung pada spesies, kelembapan, suhu, maupun faktor lainnya.

Kendati begitu, nyamuk betina sering kali hidup lebih lama dibandingkan nyamuk jantan.

Dilansir dari Scientfic American edisi 1 Agustus 2018, darah bukan hanya nutrisi bagi telur nyamuk, tetapi juga bisa menjadi minuman yang menyegarkan di hari yang panas dan kering.

Studi menemukan bahwa nyamuk yang dehidrasi lebih agresif, lebih sering mendarat di inang dan makan dengan menyedot darah.

“Dalam memuaskan dahaganya, mereka juga dapat meningkatkan penyebaran penyakit,” ujar Joshua Benoit, seorang ahli biologi di University of Cincinnati sekaligus penulis studi tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved