Luar Negeri
Rusia Stop Aliran Gas ke Jerman
Raksasa energi Rusia Gazprom menangguhkan pengiriman gas ke Jerman untuk pemeliharaan pada pipa utama pada Rabu (31/8), tindakan terbaru ...
PROHABA.CO, BERLIN - Raksasa energi Rusia Gazprom menangguhkan pengiriman gas ke Jerman untuk pemeliharaan pada pipa utama pada Rabu (31/8), tindakan terbaru dari serangkaian penghentian pasokan yang telah memicu krisis energi di Eropa.
Gazprom mengatakan pasokan melalui Nord Stream 1 "benar-benar dihentikan" untuk "pekerjaan pencegahan" di unit kompresor, tak lama setelah operator pipa, Entsog, mengumumkan bahwa pengiriman telah dihentikan.
Langkah itu dilakukan ketika negara-negara Eropa menghadapi kenaikan harga energi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, dan kemudian dibalas Kremlin dengan membatasi pengiriman gasnya ke wilayah tersebut.
Kepala Badan Jaringan Federal Jerman Klaus Mueller menyebutnya sebagai keputusan yang "secara teknis tidak dapat dipahami."
Dia memperingatkan bahwa itu mungkin hanya dalih oleh Moskwa untuk menggunakan pasokan energi sebagai ancaman.
Pengalaman menunjukkan bahwa Moskwa "membuat keputusan politik dengan apa yang disebut pemeliharaan", katanya, seraya menambahkan bahwa "kita hanya akan tahu (kebenarannya) pada awal September, jika Rusia melakukannya lagi".
Dengan musim dingin di depan mata, konsumen Eropa menatap tagihan listrik yang sangat besar.
Baca juga: Rusia Putus Aliran Gas di Denmark dan Jerman
Beberapa negara seperti Prancis telah memperingatkan bahwa penjatahan bisa dilakukan.
Uni Eropa (UE) sedang bersiap mengambil tindakan darurat untuk mereformasi pasar listrik, demi mengendalikan harga yang melonjak.
Menteri energi dijadwalkan mengadakan pembicaraan luar biasa minggu depan.
Ditanya apakah pasokan gas akan dilanjutkan setelah pekerjaan tiga hari selesai pada Sabtu (3/9), juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan "ada jaminan bahwa, selain masalah teknis yang disebabkan oleh sanksi, tidak ada yang mengganggu pasokan".
Barat "telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia, yang tidak mengizinkan pemeliharaan normal, pekerjaan perbaikan", tambahnya, dalam apa yang tampaknya mengulang alasan sebelumnya untuk buka-tutup aliran gas, yang dinilai sebagai omong kosong.
Masalahnya, Gazprom telah melakukan 10 hari pekerjaan pemeliharaan terjadwal panjang pada Juli.
Aliran gas setelah pekerjaan dipulihkan, tapi secara drastis pasokannya berkurang hanya beberapa hari kemudian, mengklaim masalah teknis pada turbin.
Baca juga: Serangan Roket Rusia Hantam Stasium Kereta Api Ukraina, 22 Orang Tewas
Perusahaan Rusia bersikeras bahwa turbin utama tidak dapat dikirim ke Rusia karena sanksi terhadap Moskwa.