Kasus

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Hukum Maksimal Para Terdakwa Perkara Narkoba

Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr HM Suharjono mengatakan Pengadilan Tinggi Banda Aceh menjatuhkan hukuman maksimal kepada para terdakwa

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muliadi Gani
FOTO FOR PROHABA
Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar foto bersama dengan Ketua Pengadilan Tinggi, para hakim tinggi, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang datang menemuinya untuk bersilaturahmi, Selasa (6/9/2022), di ruang kerja Kapolda Aceh. 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr HM Suharjono mengatakan Pengadilan Tinggi Banda Aceh menjatuhkan hukuman maksimal kepada para terdakwa perkara narkoba agar menimbulkan efek jera serta sesuai dengan rasa keadilan dan demi kemaslahatan publik.

Hal itu disampaikan KPT Banda Aceh saat bersilaturahmi dengan Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar di ruang kerja Kapolda, kawasan Jeulingke Banda Aceh, Selasa (6/9/2022).

Dalam kunjungan itu, Dr HM Suharjono didampingi Wakil Ketua, para hakim tinggi, Panitera,Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar didampingi para pejabatnya yang berpangkat Kombes langsung menerima kunjungan silaturahmi KPT Banda Aceh.

Dalam pertemuan yang akrab tersebut, Dr Suharjono menyampaikan bahwa dirinya baru beberapa hari bertugas sebagai KPT di Aceh.

Baca juga: Divonis Mati dalam Kasus 210 Kg Sabu, Tiga Terdakwa Nyatakan Banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Baca juga: Personel Satnarkoba Polres Pidie Ringkus Pengedar Sabu dalam Aksi Undercover Buy

"Sebelumnya saya bertugas di Maluku Utara," ujar Suharjono.

Maraknya kasus narkoba dengan barang bukti yang mencapai ratusan kilogram, termasuk salah satu poin yang dibincangkan dalam silaturahmi itu.

"Diperlukan komitmen bersama di antara kita para penegak hukum untuk memberantas narkoba di Aceh," ujar Suharjono.

Sementara itu, Kapolda Aceh mengatakan, pemberantasan dan penegakan hukum terhadap narkoba harus dilakukan secara serius mulai dari hulu hingga hilir, dengan penegakan hukum yang tegas, baik dengan qanun maupun dengan hukum negara.

Selain kasus narkoba, kasus korupsi juga makin meningkat di Aceh akhirakhir ini.

Baca juga: 6 Bulan Terakhir, Pengadilan Tinggi Banda Aceh Hukum Mati 17 Terdakwa Narkoba

Baca juga: Hari Ini Ferdy Sambo Bakal Tes Lie Detector di Labfor Sentul

Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor yang juga Kordinator Humas PT Banda Aceh, Dr Taqwaddin SH MS, menyampaikan bahwa jika tahun 2021 lalu jumlah perkara korupsi pada tingkat banding hanya 24 perkara.

Sedangkan tahun ini, baru pada bulan Agustus 2022 perkara korupsi yang diminta banding sudah mencapai 33 perkara.

Padahal, masih ada beberapa bulan lagi dalam tahun 2022 ini.

"Apakah ada hambatan dalam penanganan perkara pidana di PT Banda Aceh," tanya Kapolda.

Pertanyaan ini dijawab oleh Wakil Ketua PT, "Tidak ada, Pak. Semuanya kondusif, aman, dan lancar," ujar Nursyam Misran. (dik)

Baca juga: Politisi Gerindra Aniaya Wanita di SPBU, Prabowo Jadi Penentu Hukuman Bagi Oknum DPRD Itu

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Banyak Dicari di Era Digital, Yuk Intip Jurusan Apa Saja?

Baca juga: Pengedar dan Kurir Sabu di Pelalawan Jual Sabu ke Polisi, Barang Bukti 9,28 gram Diamankan

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved