Minggu, 31 Mei 2026

Luar Negeri

Singapura Tarik Kecap Manis dan Saus ABC dari Pasaran

Penarikan kembali berlaku untuk semua Kecap Manis ABC yang diimpor oleh New Intention Trading, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024 ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
sfa.gov.sg
ilustrasi kecap manis ABC dan saus sambal ayam goreng ABC. 

PROHABA.CO, SINGAPURA - Tiga produk dilaporkan telah ditarik oleh Badan Makanan Singapura (SFA) karena adanya alergen yang tidak diumumkan lebih lanjut.

Dilansir Channel News Asia, Kecap manis ABC, ABC Sambal Ayam Goreng Saus dan Fukutoku Seika Soft Cream Wafer, ditarik dari pasar Singapura.

Hal ini disampaikan SFA dalam siaran persnya, Selasa (6/9).

Dua produk ABC yang berasal dari Indonesia itu diketahui mengandung sulfur dioksida.

Penarikan kembali berlaku untuk semua Kecap Manis ABC yang diimpor oleh New Intention Trading, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024.

Baca juga: Resep Ayam Kecap Masak Pedas, Cocok Jadi Bekal Makan

Sambal Ayam Goreng ABC Saus yang diimpor oleh Distributor Arklife dan memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Januari 2024.

SFA juga mendeteksi di dalamnya adanya asam benzoat, yang tidak disebutkan pada label kemasan makanan.

Namun, SFA menambahkan bahwa kadar sulfur dioksida dan asam benzoat yang terdeteksi berada dalam batas yang diizinkan dalam saus.

Fukutoku Seika Soft Cream Wafer, yang berasal dari Jepang, ditemukan mengandung alergen putih telur dan tepung terigu yang tidak disebutkan.

Batch yang terpengaruh diimpor oleh Sinhua Hock Kee Trading, dan dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa 20 April 2023.

"Alergen dalam makanan bisa mengakibatkan reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadapnya," kata SFA.

Baca juga: Resep Ayam Kecap Berempah yang Sederhana dan Mudah Dibuat di Rumah

Baca juga: Cina Diguncang Gempa, 74 Orang Tewas

Berdasarkan peraturan makanan Singapura, produk makanan yang mengandung bahan yang diketahui menyebabkan hipersensitivitas harus dicantumkan pada label kemasan makanan.

Semua bahan dalam makanan kemasan juga harus dicantumkan pada label produk dalam urutan menurun dari proporsi beratnya.

Badan tersebut menambahkan bahwa kehadiran alergen belerang dioksida, putih telur dan tepung terigu tidak menimbulkan masalah keamanan pangan bagi konsumen pada umumnya, kecuali bagi mereka yang alergi terhadapnya.

"Konsumen yang telah membeli produk yang terkena dampak, dan yang alergi terhadap alergen, sebaiknya tidak mengkonsumsinya," kata SFA.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved