Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Belanda Resmi Minta Maaf atas Perbudakan di Masa Kolonial

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, pada Senin (19/12/2022) secara resmi meminta maaf atas keterlibatan negaranya dalam perbudakan selama 250 tahun

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: AP
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, saat meminta maaf atas nama pemerintahannya untuk perbudakan dan jual beli budak yang dilakukan negaranya di masa lalu, dalam pidato di National Archives, Den Haag, Senin (19/12/2022). 

Namun, rencana tersebut menimbulkan kontroversi lantaran kelompok-kelompok dan beberapa negara yang bersangkutan mengkritiknya sebagai tindakan terburu-buru, dan merasa kurangnya konsultasi oleh pihak Belanda menunjukkan sikap yang masih kolonial.

Bahkan ada juga yang menuntut ganti rugi.

PM Belanda Mark Rutte dalam pidatonya pada Senin (19/12/2022) mengemukakan, memilih momen yang tepat adalah masalah rumit.

"Tidak ada satu waktu yang tepat untuk semua orang, tidak satu kata yang tepat untuk semua orang, tidak satu tempat yang tepat untuk semua orang," ucap pria berusia 55 tahun itu.

(Kompas.com)

Baca juga: Mengenal Fenomena Solstis 21 Desember dan Perbedaan dengan Solstis Juni

Baca juga: Ruben Onsu Mengaku Pernah Jadi Cleaning Service Di Hotel Sebelum Menjadi Artis

Baca juga: Diduga Tergelincir, Pemotor Tewas Saat Mendahului Truk

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved