Luar Negeri
Belanda Resmi Minta Maaf atas Perbudakan di Masa Kolonial
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, pada Senin (19/12/2022) secara resmi meminta maaf atas keterlibatan negaranya dalam perbudakan selama 250 tahun
Namun, rencana tersebut menimbulkan kontroversi lantaran kelompok-kelompok dan beberapa negara yang bersangkutan mengkritiknya sebagai tindakan terburu-buru, dan merasa kurangnya konsultasi oleh pihak Belanda menunjukkan sikap yang masih kolonial.
Bahkan ada juga yang menuntut ganti rugi.
PM Belanda Mark Rutte dalam pidatonya pada Senin (19/12/2022) mengemukakan, memilih momen yang tepat adalah masalah rumit.
"Tidak ada satu waktu yang tepat untuk semua orang, tidak satu kata yang tepat untuk semua orang, tidak satu tempat yang tepat untuk semua orang," ucap pria berusia 55 tahun itu.
(Kompas.com)
Baca juga: Mengenal Fenomena Solstis 21 Desember dan Perbedaan dengan Solstis Juni
Baca juga: Ruben Onsu Mengaku Pernah Jadi Cleaning Service Di Hotel Sebelum Menjadi Artis
Baca juga: Diduga Tergelincir, Pemotor Tewas Saat Mendahului Truk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Belanda-Mark-Rutte-saat-meminta-maaf-atas-nama-pemerintahannya.jpg)