Senin, 13 April 2026

Kecelakaan

Dampak Kecelakaan, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Disetop Sementara

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Penghentian itu dilakukan dampak ...

Editor: Muliadi Gani
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kereta teknis yang tertabrak lokomotif milik PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dievakuasi, Senin (19/12/2022). Kecelakaan di Kampung Cempaka, RT 05/05, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (18/12/2022) sore itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia.. 

PROHABA.CO, BANDUNG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Penghentian itu dilakukan dampak anjloknya kereta teknis proyek tersebut.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan penghentian pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dilakukan di ruas jalur terdampak insiden kereta anjlok yang terjadi pada lokasi Track Laying KCJB pada ruas jalur DK 102+309.

Sarana tersebut dimiliki oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dan digunakan untuk pembangunan jalur rel, bukan sarana atau kereta yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang.

"Sesuai ketentuan yang berlaku, kegiatan pembangunan akan dihentikan sementara untuk dilakukan proses investigasi lebih lanjut," kata Adita dalam keterangan resmi, Senin (19/12).

Baca juga: Drivel Ojek Online Tewas Tertabrak Kereta Api, Dipicu Aksi Nelat Lawan Arah

Adita menambahkan, usai Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melakukan identifikasi dan investigasi, temuan dan hasil rekomendasi yang bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan aspek keselamatan pada proyek pembangunan perkeretaapian akan dilaporkan.

Akibat kejadian ini 6 orang menjadi korban, 2 di antaranya meninggal, 2 luka berat, dan 2 luka ringan.

Semua korban adalah Warga Negara (WN) Cina yang merupakan pekerja di proyek tersebut.

Insiden kereta anjlok terjadi di daerah Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (18/12).

Menurut Ani (55), saksi mata di lokasi kejadian, perisitwa itu bermula saat lokomotif kereta cepat berwarna hijau melaju kencang dari arah Padalarang menuju Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB.

"Sementara pemasangan rel kan baru sampai sini. Kereta (lokomotif) dari arah Padalarang melesat keluar lintasan," kata Ani saat ditemui di lokasi pada Minggu (18/12) .

Baca juga: Diduga Deprisi Karena Usahanya Bangkrut, Wanita Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Baca juga: Diduga Membuang Bayi Hasil Hubungan Terlarang, Sejoli di Pasuruan Diringkus Polisi

Lokomotif yang terlempar keluar lintasan sepanjang kurang lebih 200 meter dari ujung rel itu lantas menabrak kereta teknis berwarna kuning yang tengah berada di luar rel kereta.

Ani melihat kereta melaju cepat, terlepas dari ujung rel (anjlok) yang sedang dipasang.

"Setelah keluar lintasan terus nabrak alat berat warna kuning (kereta teknis). Setelah itu gelap sama debu sampai enggak kelihatan," ungkap Ani.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Edi Nursalam, menduga ada kelalaian dalam insiden kecelakaan ini.

"Ini kita sedang investigasi, tapi enggak tahu siapa yang salah, apakah orangnya atau alatnya, belum tahu," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

(kompas.com)

Baca juga: Kenali Makanan Sehat Untuk Kulit

Baca juga: Terekam CCTV Kereta Api Sapu Mobil Daihatsu Sigra di Perlintasan Desa Banjarejo

Baca juga: Kecelakaan Maut Mobil Xpander Tersambar Kereta Api, 4 Orang Tewas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved