Kamis, 7 Mei 2026

Luar Negeri

Gadis 19 Tahun Masuk Daftar Teroris, Kritik Tentara Rusia dan Anti Putin

Olesya Krivtsova juga menghadapi tuntutan pidana karena mendiskreditkan tentara Rusia dalam obrolan siswa di jejaring sosial Rusia, Telegram ...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
FOTO ISTIMEWA
Olesya Krivtsova (19) diadili di Arkhangelsk, Rusia, karena memposting Instagram Story yang dinilai mendiskreditkan tentara Rusia. Pengaduan itu ditulis oleh teman-teman sekelasnya, dan kasus pidananya didasarkan pada laporan ahli dari universitasnya. Ia menjadi tahanan rumah pada Januari 2023. 

Pengaduan itu ditulis oleh teman-teman sekelasnya, dan kasus pidananya didasarkan pada laporan ahli dari universitasnya. Ia menjadi tahanan rumah pada Januari 2023.

Olesya Krivtsova (19) diadili di Arkhangelsk, Rusia, karena memposting Instagram Story yang dinilai mendiskreditkan tentara Rusia.

Pengaduan itu ditulis oleh teman-teman sekelasnya, dan kasus pidananya didasarkan pada laporan ahli dari universitasnya.

Ini bukan pertemuan pertama Olesya Krivtsova dengan pihak berwenang karena menyiarkan pandangannya secara terbuka.

Pada Mei 2022 lalu, Olesya Krivtsova menghadapi tuntutan administratif karena mendiskreditkan tentara Rusia dengan menyebarkan poster anti-perang.

Masalah menjadi lebih serius ketika dia dituduh mendiskreditkan tentara Rusia di media sosial Oktober 2022 lalu.

Baca juga: Rusia Luncurkan Serangan Gelombang Rudal ke Ukraina

Baca juga: ‘Jam Kiamat’ Diatur Ulang karena Perang Rusia-Ukraina

Menurut pengacara Krivtsova, pelanggaran berulang berdasarkan pasal yang sama berubah menjadi kasus pidana.

“Dia memiliki rasa keadilan yang tinggi, yang membuat hidupnya sulit.

Ketidakmampuan untuk tetap diam sekarang menjadi dosa besar di Federasi Rusia,” kata ibu Krivtsova.

Sebelumnya, otoritas Rusia pernah menahan Olesya pada Desember 2022, ketika sekelompok petugas menggedor pintu apartemen yang dia tinggali bersama suaminya.

Dalam kasus Krivtsova, seorang hakim di pengadilan daerah Primorsky pada awalnya memutuskan untuk membatasi komunikasinya dan tidak membatasi pergerakannya, meskipun ada permintaan yang kuat dari penuntutan, dikutip dari The Washington Post.

Namun, beberapa hari kemudian, Krivtsova dimasukkan ke dalam daftar orang yang dicari dan ditahan lagi.

(tribunnews.com)

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Dihuni Terduga Teroris di Sampang, Ini yang Ditemukan

Baca juga: Umar Patek Teroris Bom Bali Segera Bebas, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese Protes.

Baca juga: Ukraina Dapat Kiriman Drone dari Rusia Bertuliskan Selamat Tahun Baru 2023

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved