Kriminal
Tujuh Tahun Dipaksa Layani Ayah Kandung, Gadis Belia Melahirkan
Seorang gadis di Karawang, Jawa Barat, menjadi korban rudapaksa berlanjut oleh ayah kandungnya hingga melahirkan bayi ...
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO, KARAWANG - Seorang gadis di Karawang, Jawa Barat, menjadi korban rudapaksa berlanjut oleh ayah kandungnya hingga melahirkan bayi.
Setelah lahir, bayi itu tak pula diakui sang ayah.
Aksi bejat tersangka pelaku terhadap putri kandungnya itu dilakukan di bawah ancaman selama tujuh tahun, sejak korban masih remaja pada tahun 2016 hingga tumbuh dewasa.
Kisah pilu ini menimpa seorang gadis di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Korban, sebut saja namanya Bunga, hanya bisa pasrah saat tangan nakal sang ayah menggerayangi tubuhnya di kamar.
Rumah yang berlokasi di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang itu menjadi saksi bisu per- buatan asusila sang ayah terhadap putri kand- ung yang seharusnya ia lindungi.
Ayah cabul tersebut berinisialR (43) dan istrinya masih ada.
Namun, istrinya tak pernah tahu bahwa anak gadis mereka sudah lama menjadi tempat penyaluran syahwat suaminya.
Kedok tersangka pelaku baru terungkap ketika Bunga melahirkan seorang bayi laki-laki.
Baca juga: Kakek di Aceh Timur Perkosa Cucu Berkali-kali hingga Hamil, Dinikahkah dengan Pria Lain
Korban awalnya enggan berbicara siapa ayah dari bayi yang dilahirkannya.
“Namun, karena didesak dan sebagainya akhirnya mengakulah dia bahwa anak bayi dari perempuan ini adalah anak dari bapaknya,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Kamis (2/2/2023).
Hingga akhinya, polisi mengamankan ayah kandung korban yang kini sudah tinggal di Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, saat ini korban masih dalam kondisi trauma.
Pihaknya bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Sosial dan Komnas Perlindungan Anak untuk melakukan pendampingan kepada korban secara psikologis dan melibatkan ahli psikolog guna memastikan bahwa trauma psikis korban bisa segera diatasi.
“Kondisi korban masih dalam keadaan trauma dan dilakukan pendampingan untuk memulihkan psikologisnya,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-pencabulan-anak-yang-dilakukan-oknum-polisi.jpg)