Rabu, 6 Mei 2026

Tahukah Anda

Seperti Tsunami Aceh, Gempa Turkiye pun Diwarnai Teori Konspirasi

Teori konspirasi mencuat di tengah duka akibat musibah gempa bumi di Turkiye dan Suriah, seperti halnya saat gempa dan tsunami meluluhlantakkan Aceh

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Satu-satunya rumah yang tersisa di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh setelah tsunami 26 Desember 2004 itu. Jelang dewasa, kawasan ini adalah rumah keduaku. Terlalu banyak kenangan di sini. Tempat belajar, bermain, tertawa, dan ...I Love You, Lambung. Foto ini saya rekam, Rabu (14 hari setelah tsunami) Pukul 16:58 Wib, dari depan lorong Merpati itu. 

PROHABA.CO - Teori konspirasi mencuat di tengah duka akibat musibah gempa bumi di Turkiye dan Suriah, seperti halnya saat gempa dan tsunami meluluhlantakkan Aceh pada 2004.

Bertebaran di media sosial, teori konspirasi atas gempa Turkiye dan Suriah pada 6 Februari 2023 itu menyebutkan bahwa gempa darat yang hingga Sabtu (18/2/2023) telah menewaskan lebih dari 46.000 orang itu dipicu oleh proyek penelitian Amerika Serikat.

Teori konspirasi kali ini menuding Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi (HAARP) di balik musibah gempa di Turkiye dan Suriah yang oleh para seismolog memang dianggap tak biasa.

HAARP dituduh sebagai biang bencana cuaca dan penyebar virus Covid-19.

Meski begitu, selama bertahun-tahun para ilmuwan telah membantah tudingan bahwa HAARP bertanggung jawab atas sejumlah bencana alam besar di dunia.

Dalam beragam tudingan, HAARP disinggung sebagai program yang didukung Pemerintah Amerika Serikat untuk mempersenjatai atmosfer dan membantai populasi, menggunakan teknologi yang berbasis di Alaska dengan 180 antena radio pada fasilitasnya.

Kilatan cahaya

Salah satu pemicu teori konspirasi di balik gempa Turkiye dan Suriah adalah kesaksian warga tentang kilatan cahaya saat bumi berguncang.

Kilatan itu dituding merupakan efek dari teknologi HAARP.

Isu ini dikaitkan dengan langkah politik Turkiye menolak anggota baru NATO. 

Baca juga: Gumpalan Awan Kehitaman Memanjang Mirip Gelombang Tsunami di Langit Langsa

"Ini sangat gila. Ini seperti menanyakan apakah gempa bumi disebabkan oleh Bugs Bunny yang menggali wortel," kata David Keith, profesor fisika terapan di Harvard School of Engineering and Applied Sciences, sebagaimana dikutip AFP pada Jumat (17/2/2023).

Menurut Keith, tidak ada mekanisme yang diketahui untuk peristiwa jarak jauh yang mengaitkan HAARP dan gempa bumi.

Cara kerja HAARP adalah mengirimkan gelombang radio untuk memanaskan elektron di ionosfer, lapisan atas atmosfer bumi, untuk mempelajari dampaknya terhadap sistem komunikasi. 

"Gelombangnya tidak cukup besar untuk sampai ke Turkiye," kata Keith.

Terlebih lagi, gempa bumi merupakan peristiwa yang disebabkan oleh pergerakan kerak atau lempeng bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved