Kamis, 7 Mei 2026

Tahukah Anda

Seperti Tsunami Aceh, Gempa Turkiye pun Diwarnai Teori Konspirasi

Teori konspirasi mencuat di tengah duka akibat musibah gempa bumi di Turkiye dan Suriah, seperti halnya saat gempa dan tsunami meluluhlantakkan Aceh

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Satu-satunya rumah yang tersisa di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh setelah tsunami 26 Desember 2004 itu. Jelang dewasa, kawasan ini adalah rumah keduaku. Terlalu banyak kenangan di sini. Tempat belajar, bermain, tertawa, dan ...I Love You, Lambung. Foto ini saya rekam, Rabu (14 hari setelah tsunami) Pukul 16:58 Wib, dari depan lorong Merpati itu. 

Padahal, tulis teori konspirasi yang saat itu banyak beredar di media sosial, gempa alami adalah rangkaian pergerakan atau pergeseran perlahan antarlempeng bumi yang saling bertumbukan, secara berkala dan terus-menerus, sedikit demi sedikit. 

Gempa bumi alami, lanjut teori konspirasi itu, adalah saat pergerakan antarlempeng mencapai titik jenuh, sehingga terjadi pergerakan sekaligus gesekan besar secara mendadak.

Setelah gempa terjadi, gelombang sekunder dari getaran utama gempa akan menyertai. Ini yang diklaim tidak terjadi pada gempa Aceh. 

Bila gempa Turkiye dan Suriah dikaitkan dengan penolakan Turkiye atas keanggotaan baru NATO.

maka gempa Aceh disebut terkait wacana perang nuklir India dan Pakistan.

Tak hanya melibatkan Amerika, gempa Aceh dituding juga menyeret Israel, yang memiliki teknologi nuklir pula.

Teori konspirasi atas gempa Aceh tak surut bahkan sampai bertahun-tahun setelah musibah itu.

Hingga, pada 2021, pakar gempa menyodorkan bukti bahwa gempa Aceh adalah gempa alami, bukan buatan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pada 22 Maret 2021 kepada Kompas.com menyodorkan tujuh fakta atas gempa Aceh.

Salah satu yang disodorkan Daryono adalah data rekaman gempa yang memperlihatkan keberadaan S-wave dalam gempa Aceh. 

Selain itu, gempa Aceh, menurut Daryono, juga memunculkan rekahan panjang di lempeng bumi sejauh 1.500 kilometer, bukan satu titik di pusat gempa laiknya bila bencana itu dipicu ledakan nuklir.

Dia pun menegaskan bahwa gempa Aceh tidak terjadi sebegitu tiba-tiba, tetapi bagian rangkaian sejak gempa Simeulue pada 2 November 2002.

(Kompas.com)

Baca juga: Ismail Cipe, Kiper Galatasaray Bantu Korban Gempa Turkiye

Baca juga: Gempa Turki: Kisah Bocah 7 Tahun Lindungi Kepala Adiknya, 17 Jam Terjebak di Reruntuhan Gempa

Baca juga: Ibu Muda 26 Tahun Dibunuh di Depan Anaknya Setelah Bertengkar di Area Parkir

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved