Sabtu, 30 Mei 2026

Tahukah Anda

Apa Perbedaan Psikopat dan Sosiopat?

Meski istilah sosiopat dan psikopat sering digunakan secara bergantian dan mungkin tumpang tindih, masing-masing memiliki garis perbedaan yang jelas.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Istimewa
Ilustrasi - Apa Perbedaan Psikopat dan Sosiopat 

Mereka juga menunjukkan perilaku berhati dingin dan gagal mengenali kesulitan orang lain.

Ciri lainnya adalah memiliki hubungan yang dangkal dan palsu.

Mereka juga mempertahankan kehidupan normal sebagai kedok untuk aktivitas criminal, tetapi gagal membentuk keterikatan emosional yang tulus.

Baca juga: Tim Labfor Polda Sumut akan Olah TKP Dugaan Bom Molotov di Waduk

Willem HJ Martens berpendapat dalam artikel "The Hidden Suffering of the Psychopath" menyatakan bahwa psikopat terkadang menderita rasa sakit emosional dan kesepian.

Sebagian besar dari mereka menjalani kehidupan yang penuh luka dan ketidakmampuan untuk memercayai orang lain, tetapi seperti setiap manusia lainnya, mereka juga ingin dicintai dan diterima.

Namun, perilaku mereka sendiri membuat penerimaan ini sangat sulit dan sebagian besar menyadarinya.

Beberapa orang merasa sedih dengan tindakan yang tidak dapat mereka kendalikan karena mereka tahu hal itu semakin mengisolasi mereka dari orang lain.

Lalu, apakah sosiopat dan psikopat bawaan dari lahir?

Melansir Verywell Health, para peneliti percaya bahwa genetika memainkan peran penting dalam perkembangan gangguan kepribadian antisosial.

Beberapa peneliti telah menekankan aspek biologi sebagai penyebab psikopat dan faktor lingkungan sebagai penyebab sosiopat.

Ini menunjukkan bahwa beberapa psikopat mungkin "terlahir seperti itu", tetapi sosiopat mungkin lebih dibentuk oleh lingkungan mereka.

Baca juga: Seram, Selalu Dengar Raungan Harimau, Petani Tak Berani ke Kebun

Sosiopat Ada faktor genetik, biologis, dan lingkungan yang berkontribusi terhadap gangguan kepribadian antisosial, termasuk sosiopat dan psikopat.

Namun, mungkin ada perbedaan relatif dalam pengaruh faktor-faktor ini.

Penyebab pasti sosiopat tidak dipahami dengan baik, tetapi diyakini bahwa lingkungan seseorang, masa kecil mereka dan cara mereka diasuh, mungkin memainkan peran yang lebih besar.

Psikopat Psikopat dikaitkan dengan disfungsi di area otak, yang disebut amigdala, yang bertanggung jawab atas kemampuan seseorang untuk bereaksi dengan tepat terhadap peristiwa yang berpotensi berbahaya atau mengancam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved