Sabtu, 18 April 2026

Luar Negeri

Drone Rusia Serang Sekolah di Kyiv Ukraina

Seorang pengemudi ambulans yang dipanggil ke tempat kejadian termasuk di antara para korban tewas, kata kantor kejaksaan umum Ukraina.

Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty
AFP/Oleksii Chumachenko / ANADOLU AGENCY
Petugas melakukan inspeksi menyusul ledakan di sebuah pabrik di Kiev, Ukraina pada Kamis (9/2/2023) malam. 

 "Secara total, tiga obyek dihancurkan," kata Gubernur Crimea yang ditunjuk Rusia, Mikhail Razvozhayev, di Telegram.

Dikutip dari kantor berita AFP, dia menambahkan bahwa personel militer menembak drone dengan senjata kecil.

Sistem pertahanan udara juga berfungsi.

Razvozhayev mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dan mengeklaim tidak ada kapal yang rusak, tetapi ledakan tersebut membuat jendela di gedung-gedung dekatnya pecah.

Bangunan-bangunan itu termasuk pusat budaya Moscow House, gedung terkenal yang berada di luar pelabuhan.

Meski begitu, Razvozhayev memandang sebelah mata serangan itu dengan menyatakan bahwa AL Rusia dengan percaya diri dan tenang menangkisnya.

"Situasi terkendali," ujar dia.

Dalam unggahan selanjutnya, dia menolak laporan bahwa orang-orang meninggalkan Crimea dan menyebutnya kebohongan yang disebarkan oleh Kyiv.

"Informasi menyebar tentang evakuasi dari semenanjung dengan penyeberangan feri dan omong kosong lainnya," kata Razvozhayev.

Sehari sebelumnya Kyiv mengatakan, rudal Rusia dihancurkan dalam ledakan di Crimea, tetapi membantah berada di balik insiden tersebut.

Pada Oktober 2022, Armada Laut Hitam Rusia terkena serangan drone besar. Kremlin menyalahkan Ukraina sebagai dalangnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved