Tahukah Anda
Berapa Banyak Samudra di Bumi?
Ternyata jumlah samudra di planet ini masih menjadi perdebatandan para ahli tidak dapat menyetujui berapa banyak lautan yang sebenarnya dimiliki Bumi.
PROHABA.CO - Air menutupi lebih dari 70 persen planet Bumi yang kita tempati, dan 96,5 persen dari air itu disimpan di lautan atau samudra.
Namun, berapa banyak samudra yang ada di Bumi untuk menampung semua air tersebut?
Ternyata jumlah samudra di planet ini masih menjadi perdebatandan para ahli tidak dapat menyetujui berapa banyak lautan yang sebenarnya dimiliki Bumi.
Dikutip dari Live Science, Kamis (8/6/2023) secara teknis hanya ada satu lautan global karena semua lingkungan laut terhubung.
Namun, ada juga empat cekungan samudra yang ditentukan secara geografis, yaitu Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, dan Arktik.
Pada tahun 2021, National Geographic Society menambahkan kerumitan lain pada perdebatan itu dengan mendeklarasikan samudra kelima di perairan dingin yang mengelilingi Antartika bernama Samudra Selatan.
Jadi sebenarnya, berapa jumlah Samudra di Bumi? Jawabannya tergantung pada siapa Anda bertanya.
Baca juga: Ada Danau Tersembunyi di Bawah Es Antartika
Organisasi Hidrografi Internasional yang beranggotakan 98 negara anggota dan bertanggung jawab untuk mendemarkasi batas-batas samudra, belum mengakui Samudra Selatan karena belum mendapatkan persetujuan penuh dari para anggotanya.
Ada hal yang menjadi pertimbangan mengapa beberapa pihak tidak menyetujui Samudra Selatan sebagai lautan di dunia.
Sementara samudra lain ditentukan oleh benua yang berbatasan dengannya, Samudra Selatan dicirikan oleh arusnya mengalir dari barat ke timur dan dikenal sebagai Antarctic Circumpolar Current (ACC).
Arus unik di Samudra Selatan ini, kemungkinan terbentuk 34 juta tahun lalu, mengedarkan perairan yang mengelilingi Antartika hingga garis lintang sekitar 60 derajat selatan.
Angin di wilayah ini berkontribusi pada fenomena yang disebut ‘upwelling’, di mana air yang dingin dan padat nutrisi naik ke permukaan laut.
Begitu sampai di permukaan, air menyerap karbon dari atmosfer sebelum tenggelam kembali.
Baca juga: Polres Aceh Utara Ringkus 2 Pria Bersenpi Rakitan
Baca juga: Al Hilal Bidik Neymar dengan Bayaran Rp3 Triliun Per Musim
Hal ini menjadikan Samudra Selatan salah satu penyerap karbon terbesar di Bumi.
“Ini semacam penghubung besar yang menghubungkan lautan lain,” kata Frank Nitsche, seorang peneliti kelautan di Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Universitas Columbia yang telah mempelajari Samudra Selatan selama beberapa dekade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/samudra-selatan-di-perairan-bagian-selatan-antartika.jpg)