Luar Negeri
Terbukti Bersalah, Bisakah Trump Calonkan Diri Jadi Presiden Lagi?
Trump dimakzulkan dua kali, kalah dalam gugatan perdata terhadap E Jean Carroll ketika juri menemukan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual
PROHABA.CO, WASHINGTON DC - Sejak mengambil sumpah jabatan sebagai presiden pada tahun 2017, Donald Trump telah menghadapi rentetan masalah.
Trump dimakzulkan dua kali, kalah dalam gugatan perdata terhadap E Jean Carroll ketika juri menemukan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual dan memfitnahnya, dan menghadapi penyelidikan bersamaan dari Departemen Kehakiman danpihak berwenang di negara bagian New York, New York City dan Georgia.
Namun, dia belum menghadapi hukuman penjara, juga tidak banyak investigasi yang merusak posisinya di bidang kepresidenan Partai Republik, di mana dia masih menjadi calon terdepan untuk tahun 2024.
Akan tetapi, dakwaan yang diajukan terhadap Trump di hari Selasa (13/6/2023) terkait dengan penyimpanan pribadinya atas dokumen rahasia pemerintah dan dugaan menghalangi keadilan, telah dianggap sesuatu yang berbeda oleh banyak analis hukum.
Ini jadi ancaman serius terhadap kebebasannya.
Baca juga: Usai Hadapi 37 Dakwaan, Trump Cerca Sistem Peradilan AS Korup
Baca juga: Pelatih Argentina Lionel Scaloni Akui Indonesia Tempat yang Cantik
Baca juga: Trump Dinyatakan Lakukan Serangan Seksual terhadap E Jean Carroll
“Ini salah satu kasus spionase paling serius dalam ingatan baru-baru ini, bukan hanya karena itu melawan mantan presiden, melainkan juga karena dokumennya sangat sensitif,” kata Duncan Levin, seorang pengacara kriminal dan mantan jaksa Manhattan, mengatakan kepada Yahoo News.
Namun, jika Trump dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara puluhan tahun, tidak ada dalam konstitusi yang akan mencegahnya mencalonkan diri untuk nominasi Partai Republik atau melawan Presiden Biden pada November 2024.
Jadi, Trump disebut masih bisa mencalonkan diri dari penjara, meski terbukti bersalah dalam kasus dokumen negara tersebut. Jadi, ya kita tunggu saja.
(Kompas.com)
Baca juga: Cinta Laura Tolak Tawaran Jadi Kader Partai Politik
Baca juga: Penyakit Apa Saja yang Ditimbulkan oleh Rokok Vape?
Baca juga: Malaysia Bongkar Jaringan Prostitusi, Tawarkan Perempuan Asing, 15 Orang WNI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-as-donald-trump.jpg)