Rabu, 20 Mei 2026

Sains

Tabrakan dengan Bulan saat Pendaratan, Wahana Milik Rusia Luna-25 Hancur

Pesawat luar angkasa milik Rusia, Luna-25, jatuh ke Bulan saat memasuki orbit, akibat kehilangan kendali. Wahana milik Rusia, Luna-25, telah hancur

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Foto: NASA
Pesawat luar angkasa milik Rusia, Luna-25, jatuh ke Bulan. (Foto: NASA) 

PROHABA.CO, MOSKWA - Misi bersejarah Rusia, Luna-25, mengalami nasib tragis ketika wahana tersebut hancur di Bulan akibat insiden saat manuver prapendaratan.

Luna-25 adalah misi pertama Rusia ke Bulan dalam hampir setengah abad terakhir.

Roscosmos, Badan Antariksa Rusia, mengumumkan pada hari Minggu (20/8/2023) bahwa komunikasi dengan Luna-25 terputus pada Sabtu (19/8/2023) pukul 14.57 waktu setempat (11.57 GMT).

Pesawat luar angkasa milik Rusia, Luna-25, jatuh ke Bulan saat memasuki orbit, akibat kehilangan kendali.

Wahana milik Rusia, Luna-25, telah hancur di Bulan setelah mengalami insiden saat melakukan manuver prapendaratan.

Wahana Luna-25 adalah misi pertama Rusia ke Bulan dalam hampir 50 tahun terakhir.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, pada Minggu (20/8/2023), mengatakan komunikasi dengan Luna- 25 terputus pada Sabtu (19/8/2023) pukul 14.57 waktu setempat (11.57 GMT).

“Menurut temuan awal, wahan pendarat itu telah lenyap setelah bertabrakan dengan permukaan Bulan,” kata Roscosmos.

Baca juga: Pengunjung Panik, Wahana Tornado Dufan Ancol Mendadak Berhenti

Baca juga: Luna-25 Pesawat Ruang Angkasa Milik Rusia Mulai Masuki Orbit Bulan

Baca juga: Landon Donovan Beri Pujian untuk Messi: Fenomenal dan Luar Biasa!

“Langkah-langkah yang diambil pada 19 dan 20 Agustus untuk menemukanpesawat dan melakukan kontak dengannya tidak berhasil,” tambah mereka, dikutip dari AFP.

Badan antariksa itu menyampaukan, penyelidikan akan dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut, tanpa memberikan indikasi apa pun tentang masalah teknis yang mungkin terjadi.

Dengan Luna-25, Moskwa berharap dapat melanjutkan warisan program Luna era Soviet, menandai kembalinya eksplorasi bulan secara mandiri di tengah meningkatnya isolasi dari Barat.

Wahana Luna-25 seberat 800 kilogram akan melakukan pendaratan lunak di kutub selatan bulan, yang pertama dalam sejarah.

Rusia belum pernah mencoba lagi mendarat di benda angkasa sejak 1989.

Terakhir kali, Rusia melakukannya dengan wahana Phobos 2 milik Uni Soviet yang gagal mengeksplorasi bulan-bulan Mars karena kerusakan komputer di dalamnya.

Bos Roscosmos Yuri Borisov mengatakan, usaha itu akan berisiko.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved