Gempa Afghanistan
Korban Tewas Gempa di Afghanistan Lebih dari 2.000 Orang
Gempa di Afghanistan berkekuatan 6,3 skala Richter, dengan menewaskan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 9.000 orang terluka.
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Jamaluddin
Sebagian besar terjadi di wilayah terjal Hindu Kush yang berbatasan dengan Pakistan.
Jumlah korban meninggal dunia sering kali meningkat ketika informasi datang dari daerah-daerah terpencil di sebuah negara yang dilanda perang selama beberapa dekade yang menyebabkan infrastruktur berantakan, dan operasi pertolongan dan penyelamatan sulit diorganisir.
Sistem layanan kesehatan Afghanistan, yang hampir seluruhnya bergantung pada bantuan asing, mengalami pemotongan yang sangat besar dalam dua tahun sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dan banyak bantuan internasional yang menjadi tulang punggung perekonomian, dihentikan.
Baca juga: Penyanyi ‘Rayuan Perempuan Gila’ Alami Pelecehan, Nadin Amizah: Semoga Lu Cepat Mati
Para diplomat dan pejabat bantuan mengatakan kekhawatiran atas pembatasan Taliban terhadap perempuan dan krisis kemanusiaan global yang terjadi menyebabkan para donor menarik kembali bantuan keuangannya.
Pemerintah Islam sudah memerintahkan sebagian besar staf bantuan perempuan Afghanistan untuk tidak bekerja, meskipun dengan pengecualian di bidang kesehatan dan pendidikan.
Pada Agustus 2023 lalu, Juru Bicara Komite Palang Merah Internasional mengatakan, kemungkinan besar mereka akan mengakhiri dukungan keuangan untuk 25 rumah sakit di Afghanistan karena keterbatasan pendanaan.
Belum jelas apakah Rumah Sakit Herat ada dalam daftar tersebut atau tidak. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat)
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Berjalan-di-Puing.jpg)