Kamis, 11 Juni 2026

Judi Online

Ini Akar Masalah Faktor Penyebab Pertumbuhan Judi Online yang Sulit Diberantas

Judi online merajalela karena dampak promosi melalui iklan dan media sosial yang signifikan

Tayang:
Penulis: Muhammad Aulia Ichsan | Editor: Muliadi Gani
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA
ILUSTRASI - permainan judi online di gawai. 

PROHABA.CO - Penggunaan judi online di Indonesia semakin meluas dan merugikan.

Banyak orang yang tertarik untuk ikut bermain, menciptakan masalah serius.

Pratama Persadha, seorang ahli keamanan siber dan Ketua (CISSReC), menyatakan bahwa upaya untuk anggota judi online dihadapkan pada sejumlah kendala yang sulit diatasi.

"Karena ada beberapa faktor antara lain perekonomian, masyarakat yang berjudi ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah," Kamis (26/10/2023) Dikutip dari Kompas.com.

Tambahan dari Pratama Persadha, beberapa orang bermain judi untuk mendapatkan kesenangan atau mencari hiburan serta mengisi waktu senggang mereka.

"Ada juga fakor sosial di mana pada beberapa daerah perjudian merupakan tradisi atau kebiasaan budaya atau aktivitas sosial," imbuh dia.

Baca juga: Menkominfo Minta Meta Bersihkan Konten Judi Online di Platformnya

Judi online merajalela karena dampak promosi melalui iklan dan media sosial yang signifikan.

Faktor teknologi juga memberikan kemudahan akses yang luar biasa bagi masyarakat.

Tingkat deposit yang rendah, berkisar sekitar Rp 50.000, memikat banyak orang untuk mencoba judi online.

Lebih lanjutnya, dalam beberapa situasi, pembayaran deposit dapat dilakukan melalui dompet digital, QRIS, dan transfer ke rekening bank, menambah daya tariknya.

Baca juga: Pasangan Kekasih Nekat Bobol Mesin ATM, Terlilit Utang Pinjol dan Judi 

Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam upaya pemberantasan judi online, karena tingkat anonimitas yang tinggi.

Identitas dan lokasi pemain judi online seringkali sulit untuk dilacak akibat tingkat anonimitas ini.

Di sisi lain, penyelenggara judi online semakin pintar dalam mengembangkan teknologi dan perangkat lunak yang canggih untuk mendorong jejak kegiatannya.

"Mereka menggunakan metode enkripsi yang kuat dan layanan Virtual Private Network (VPN) untuk menyembunyikan lokasi fisik mereka, membuat tindakan penegakan hukum jadi sulit," jelas dia.

Selain itu, banyak platform judi online yang beroperasi dari negara-negara asing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved