Bahaya Perundungan

Bahaya Perundungan Serta Dampak yang Ditimbulkan, dan Cara Mencegahnya

Perundungan tak bisa dibiarkan begitu saja karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya dan harus diberikan edukasi bahaya perundungan sejak dini.

Penulis: Sahasnataini | Editor: Muliadi Gani
Tribun Sumsel
Bahaya Perundungan Serta Dampak yang Ditimbulkan, dan Cara Mencegah Aksi Perundungan 

Aksi perundungan tak bisa dibiarkan begitu saja karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya dan harus diberikan edukasi bahaya perundungan sejak dini.

PROHABA.CO – Kasus perundungan kerap terjadi dan meninggalkan efek yang buruk terhadap korban dari aksi perundungan.

Aksi perundungan yang dialami seseorang tak hanya melukai korban dari segi fisik tetapi juga dari segi mental, dampak yang dialami korban pun bisa bersifat jangka pendek dan juga jangka panjang.

Aksi perundungan tak bisa dibiarkan begitu saja karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya dan harus diberikan edukasi bahaya perundungan sejak dini.

Sementara itu, kasus perundungan kerap terjadi pada kalangan remaja yang masih di bangku sekolah.

Perundungan dan bahayanya

Pada artikel berikut ini akan menjelaskan apa itu perundungan dan bahayanya

Melansir dari kompas.com,  Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Nael Sumampouw menjelaskan, perundungan adalah bentuk tingkah laku menyerang orang lain yang dilakukan secara sengaja dan sadar.

Hal tersebut dilakukan secara terus-menerus yang menyebabkan orang lain terluka dan merasa tidak nyaman.

Baca juga: Viral Siswa SMP di Cilacap jadi Korban Perundungan Teman Sekolah, Pelaku Ditangkap Polisi

Namun apa bahayanya perundungan? Nael menjelaskan dampak yang akan diterima oleh korban ada yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang dan juga nersifat individual, berbeda antar individu.

Untuk dampak jangka pendek, misalnya terlalu menarik diri, kesedihan, shock/terguncang, Sementara, untuk dampak jangka panjang yakni mengalami masalah kesehatan mental yang serius seperti trauma, depresi, kecemasan, dan rendahnya self esteem”, ujar Nael.

Dampak atau bahaya perundungan secara umum yang dialami korban yakni penghayatan emosi dan pikiran yang negatif mengenai diri sendiri, dapat dengan menganggap diri tidak berharga atau tidak bermakna.

Bahkan, ada kasus anak remaja melakukan tindakan self-harm, bahkan bunuh diri karena menjadi korban bullying.

"Jadi, dampaknya seringkali melebihi dari apa yang Anda pikirkan. Jangan anggap sepele dampak bullying," tambah Nael.

Cara mencegah perundungan

Menjadi korban perundungan mejadi pengalaman yang meninggalkan trauma yang mebuat korban frustasi dan juga menyakitkan, saat korban merasa terintimidasi banyak hal-hal yang di luar kedali dapat terjadi tanpa disadari oleh korban.

Namun pada saat dalam posisi terintimidasi selalu tanamkan dalam diri jika hal tersebut bukan kesalahan yang anda lakukan tetapi kesalahan dari pelaku yang mengintimidasi.

Baca juga: Tega! Siswi SMA di Pidie Dirudapaksa Ayah Kandung hingga Hamil, Korban Diancam

Baca juga: Viral Pelajar SMP di Depok jadi Korban Bullying Oleh Siswi SMK karena Diprovokasi Teman

Berikut cara yang dapat anda lakukan ketika menghadapi aksi perundungan.

  • Jangan terlibat

Jika pelaku intimidasi tidak mengganggu kehidupan pribadi atau pekerjaan Anda, jangan terlibat dengan mereka.

Saat pelaku intimidasi mulai menyerang secara verbal, jauhkan diri dari situasi tersebut jika Anda bisa.

Jika aman bagi Anda untuk melakukannya, tinggalkan saja.

  • Lakukan percakapan dengan pelaku intimidasi

Banyak orang yang melakukan intimidasi memiliki banyak masalah yang belum terselesaikan yang menyebabkan mereka bertindak kasar.

Bercakap-cakap dengan pelaku intimidasi dapat membantu mereka menyadari betapa tindakan mereka menyakiti Anda dan mudah-mudahan menghalangi mereka untuk melanjutkan hal itu.

  • Laporkan

Jika setelah berbicara dengan pelaku intimidasi, tapi mereka tidak menyerah juga, maka Anda harus membawa masalah tersebut ke otoritas yang lebih tinggi.

Jika itu terjadi di tempat kerja, Anda harus membawanya ke atasan, atau jika itu terjadi di sekolah, Anda dapat melaporkannya ke guru.

Apabila Anda merasa berisiko disakiti secara fisik oleh pelaku intimidasi, Anda harus mempertimbangkan untuk melibatkan polisi.

Baca juga: Organisasi Pers di Aceh Kecam Intimidasi Pengawal Firli Bahuri, Polisi Diminta Mengusut

  • Ucapkan afirmasi positif

Penting untuk diingat bahwa, dalam banyak kasus, pelaku intimidasi hanya memproyeksikan ketidakamanan mereka kepada Anda dan tidak satu pun dari apa yang mereka katakan tentang Anda akurat.

Ingatkan diri bahwa Anda adalah orang yang hebat dan tidak ada yang dikatakan penindas Anda penting.

Lindungi ruang pribadi Anda Jika anggota keluarga menindas Anda di rumah, buat batasan yang lebih tegas dan lindungi ruang pribadi Anda.

Kondisi ini mungkin melibatkan tindakan untuk memberi tahu anggota keluarga yang tinggal bersama Anda untuk pindah atau pindah sendiri jika Anda mampu.

  • Cari bantuan

Anda bisa mencari bantuan untuk menghadapi pelaku intimidasi, terutama sebagai orang dewasa, mungkin tampak memalukan, tetapi jangan ragu untuk mendapatkan bantuan saat Anda merasa membutuhkannya.

Beri tahu teman atau orang terdekat bahwa Anda diintimidasi.

(Penulis adalah mahasiswi internship dari Universitas Malikussaleh, Aceh Utara)

 

Baca juga: Siswa SMP Madrasah di Asahan jadi Korban Perundungan Teman Sekelasnya, Korban Trauma

Baca juga: Memahami Bahaya Lemak dalam Kulit Ayam untuk Kesehatan

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved