Rabu, 3 Juni 2026

Perang Hamas Israel

Gaza Kembali Diserang Israel, Ayah Jurnalis Aljazeera Jadi Korban

Sebelumnya keluarga al-Sharif sudah dievakuasi ke sekolah milik UNRWA, tapi ayah al-Sharif tidak dapat ikut melarikan diri karena sakit.

Tayang:
Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Jamaluddin
AFP/AHYA HASSOUNA
(Ilustrasi) Pemandangan udara dari bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Jabalia untuk pengungsi Palestina di Kota Gaza. 

Dalam sebuah pernyataannya, Aljazeera mengutuk serangan yang dilakukan Israel terhadap Kamp Pengungsian Jabalia tersebut.

PROHABA.CO, YERUSALEM - Jamal (65) meninggal dalam serangan udara yang dilakukan Israel di Gaza bagian utara pada Senin (11/12/2023).

Korban adalah ayah dari seorang jurnalis Aljazeera bernama Anas al-Sharif.

Penyerangan itu terjadi di Kamp Pengungsian Jabalia.

Dilansir dari Aljazeera pada Selasa (12/12/2023), Anas al-Sharif mengatakan, "Ayah tercinta sudah menjadi syahid.

Kita adalah milik Allah dan Kepada-Nya kita akan kembali," tulis al-Sharif di X.

Dalam sebuah pernyataannya, Aljazeera mengutuk serangan yang dilakukan Israel terhadap Kamp Pengungsian Jabalia tersebut.

"The Network menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada rekan kami Anas dan keluarganya.

Aljazeera mendesak komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi dan menghentikan serangan brutal pasukan Israel terhadap jurnalis dan warga sipil di Jalur Gaza," kata pernyataan itu.

Perlu diketahui, al-Sharif merupakan jurnalis Aljazeera keempat yang kehilangan anggota keluarganya sejak Israel menyerang Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu.

Kondisi terkini perang Hamas vs Israel. Warga Palestina menyelamatkan para penyintas di gedung yang diserang Israel dari udara di Jabalia, Jalur Gaza, Senin (9/10/2023).
(Ilustrasi) Kondisi terkini perang Hamas vs Israel. (AFP/MAHMUD HAMS)

Sebelumnya, keluarga al-Sharif sudah dievakuasi ke sekolah milik UNRWA.

Namun, kata al-Sharif, ayahnya tidak dapat ikut melarikan diri karena alasan kesehatan.

al-Sharif menambahkan, "Kami menguburkan jenazah ayah saya di sekolah tempat orang-orang berlindung di sini karena kami tidak dapat bergerak atau meninggalkan daerah ini saat ini.

Saya akan terus meliput peristiwa yang sedang berlangsung.

Namun terlepas dari semua ini dan meskipun rumah saya menjadi sasaran dan ayah saya terbunuh, saya akan terus melakukan perlindungan dari kamp pengungsian Jabalia dan dari Gaza bagian utara," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved