Perang Hamas Israel
Sesaknya Al-Fukhari yang Jadi Tempat Perlindungan Terakhir Bagi Warga Gaza
Para pengungsi di sekitar Rumah Sakit Eropa, yang terpaksa berkemah di jalanan karena kepadatan yang berlebihan.
Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Jamaluddin
Namun rumah di sana sangat ramai karena semakin banyak pengungsi yang datang dan pemboman semakin intensif. Jadi, kami memutuskan untuk mencari tempat lain yang aman," tambah Musmah.
PROHABA.CO, YERUSALEM - Seorang warga Gaza mengatakan bahwa ia merasa lelah dan patah hati karena mereka harus meninggalkan rumah dan berpindah-pindah ke berbagai tempat untuk berlindung dari gempuran pemboman Israel.
Sudah dua bulan lebih rakyat Palestina merasakan penderitaan akibat penyerangan Israel terhadap Gaza dan sekitarnya mulai 7 Oktober 2023 lalu.
Sebuah wilayah yang berada di selatan Gaza bernama al-Fukhari dipenuhi ribuan pengungsi dari Khan Younis atau daerah lain di utara Gaza yang sudah hancur lebur diserang militer Israel.
Warga ini terus bergerak ke selatan karena tentara Israel memerintahkan mereka untuk meninggalkan rumah dan bergerak ke selatan yang disebut militer Israel sebagai 'Zona Aman.'
Namun demikian, kawasan itu tetap saja dibom oleh tentara Israel.
Dilansir dari Aljazeera pada Selasa (12/12/2023), Direktur Rumah Sakit Eropa, Dr Youssef Al-Akkad, mengatakan, ia dan timnya sangat kewalahan dengan banyaknya orang dan mereka tidak terlatih atau mampu memberi bantuan kepada mereka yang terluka.
"Pengungsi berada di koridor rumah sakit, departemen, dan taman.
Kekurangan air menyebabkan infeksi dan kasus kolera sudah mulai bermunculan.
Ini adalah situasi yang sulit dan membawa bencana," jelas Al-Akkad.
Para pengungsi di sekitar Rumah Sakit Eropa terpaksa berkemah di jalanan karena kepadatan yang berlebihan.
Mereka berharap di al-Fukhari menjadi kawasan yang aman.
Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak lagi percaya pada gagasan kawasan aman.
Rula Musmah (40), mengatakan, “saya belum pernah mengalami hal ini sebelumnya.
Kami sudah mengungsi empat kali hingga tiba di Rumah Sakit Eropa, dan tidak ada satu tempat pun untuk kami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Orang-orang-berjalan-melewati-gerbang-untuk-memasuki-perbatasan-Rafah-ke-Mesir-di-Jalur-Gaza.jpg)