Konflik Palestina vs Israel
90 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Pengungsian Jabalia
Korban tewas dalam serangan itu merupakan wanita dan anak-anak serta puluhan orang masih dinyatakan hilang.
Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Muliadi Gani
90 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Pengungsian Jabalia
PROHABA.CO, YERUSALEM - Sebanyak 90 orang warga sipil tewas akibat serangan militer Israel di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara pada Minggu (17/12/2023).
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa serangan tersebut menghantam blok perumahan milik keluarga al-Barsh dan Alwan di Kota Jabalia.
Melansir dari Aljazeera pada Senin (18/12/2023), kantor berita Wafa melaporkan bahwa korban tewas dalam serangan itu merupakan wanita dan anak-anak serta puluhan orang masih dinyatakan hilang.
Petugas pertolongan pertama bersama dengan warga setempat terus berupaya mencari korban hilang dan mayat-mayat yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Sebagian korban luka telah dilarikan ke pusat kesehatan terdekat yang sekarang ini sangat kewalahan menangani pasien yang terus berdatangan.
Baca juga: Terowongan Bikinan Hamas Canggih, Tak Rusak oleh Pembanjiran Air Laut
Baca juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan Jurnalis Al Jazeera Samer Abudaqa dan Wael Dahdouh Terluka
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa putra Dawoud Shehab yang merupakan juru bicara kelompok Jihad Islam Palestina juga tewas dalam serangan militer Israel tersebut.
“Kami yakin jumlah orang yang tewas di bawah reruntuhan sangat besar, namun tidak ada cara untuk menghilangkan puing-puing dan memulihkan mereka karena intensitas tembakan Israel,” katanya melalui telepon.
Petugas medis di Deir el-Balah di Gaza tengah mengatakan sedikitnya 12 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka, sementara di Rafah di selatan, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah menyebabkan sedikitnya empat orang tewas.
Sekitar 19.000 warga Palestina tewas di Gaza sejak 7 Oktober.
Baca juga: Puluhan Orang Tewas Dalam Serangan Udara Militer Israel Semalam
Baca juga: PBB: Dampak Buruk Bisa Terjadi dalam Jangka Panjang, Israel Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut
Israel pada Minggu (17/12/2023) mengatakan akan membuka kembali Penyeberangan Karem Abu Salem di timur tetapi tidak jelas apakah pasokan sudah melewati sana.
PBB memperkirakan 1,9 juta orang dan sekitar 80 persen populasi Gaza menjadi pengungsi akibat perang.
“Saya tidak akan terkejut jika orang-orang mulai meninggal karena kelaparan, atau kombinasi dari kelaparan, penyakit, dan lemahnya kekebalan tubuh,” kata Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.
(Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar, Meulaboh)
Baca juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan Jurnalis Al Jazeera Samer Abudaqa dan Wael Dahdouh Terluka
Baca juga: Gaza Diguyur Hujan Lebat Ditengah Penderitaan Warga Palestina Atas Pemboman Israel
Update berita lainnya di PROHABA.CO dan Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Jabalia.jpg)