Kamis, 9 April 2026

Berita Bireuen

Mahasiswa Desak Pemkab Pengungsi Rohingya Tidak Ada di Bireuen

Aliansi mahasiswa Bireuen mendesak Pemkab Bireuen memberikan kepastian pengungsi Rohingya sudah tidak ada di Bireuen.

|
Editor: Muliadi Gani
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Aliansi mahasiswa, Kapolres Bireuen dan Pj Bupati Bireuen, Jumat (22/12/2023) di halaman Kantor Bupati Bireuen menandatangani petisi dari mahasiswa menolak pengungsi Rohingnya. 

Mendengar desakan tersebut, Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko SH MH yang didampingi Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD mengatakan, tuntutan para mahasiswa  akan diteruskan ke tingkat provinsi.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

PROHABA.CO, BIREUEN – Aliansi mahasiswa Bireuen mendesak Pemkab Bireuen memberikan kepastian pengungsi Rohingya sudah tidak ada di Bireuen.

Hal ini disampaikan mahasiswa Bireuen dalam aksi menolak pengungsi Rohingya, Jumat (22/12/2023) di halaman kantor Bupati Bireuen.

“Kami menuntut timingnya waktunya pak. Kapan terakhir kami melihat mereka di sini dan supaya tidak ada lagi disini.

Kalau bisa kita berikan waktu satu minggu,” ujar M Arizal selaku Koordinator umum aliansi mahasiswa.

Mendengar desakan tersebut, Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko SH MH yang didampingi Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD mengatakan, tuntutan para mahasiswa  akan diteruskan ke tingkat provinsi.

“Tuntutan adik-adek semuanya  akan kita teruskan ke tingkat provinsi.

Insyaallah dalam satu minggu akan  kita proses ke tingkat provinsi  dan menunggu petunjuk provinsi,” ujar Kapolres Bireuen.

Baca juga: Warga Muara Tiga Tolak Imigran Rohingya, Diantar ke Kantor DPRK Pidie

Baca juga: Pria AS Ungkap Bagaimana Dia Mendapatkan 300 Juta Dolar dengan Meretas iPhone

Usai mendapat jawaban tersebut, para mahasiswa membubarkan diri dan kembali ke kampus masing-masing, begitu juga Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD, Kapolres Bireuen, AKP Jatmiko SH MH dan lainnya kembali bertugas. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para pengungsi Rohingya yang pada Senin (16/10/2023) pagi, tiba-tiba mengetuk pintu rumah warga Matang Pasi, Peudada, Bireuen, rupanya mengantongi ID Card status pengungsi yang dikeluarkan di Bangladesh.   

Para pengungsi yang berjumlah 36 orang itu setelah mendarat di Matang Pasi, untuk sementara ditempatkan di SKB Cot Gapu Bireuen.

Mereka berjumlah 36 orang terdiri dari laki-laki dewasa 14 orang, perempuan dewasa 12 orang dan anak–anak 10 orang, menurut informasi mereka terdiri delapan keluarga.

Beberapa waktu lalu, tim Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) Kemenko Polhukam RI, Benny M Siregar bersama Brigjen Pol Herman Sikumbang MM dari Baharkam Polri, UNHCR Indonesia, IOM , Imigrasi Banda Aceh dan lainnya, Senin (27/11/2023) sore mengunjungi SKB Cot Gapu Bireuen. (*)

 

Baca juga: OWALAH, Warga Usir UNHCR dan IOM Saat Tinjau Rohingya di Aceh Tamian

Baca juga: Polisi Tetapkan Pria Etnis Rohingya Jadi Tersangka Penyelundupan Manusia,Dibayar Rp17 Juta Per Orang

Baca juga: BEU AMAN, Nelayan Bireuen Patroli Cegah Rohingya Mendarat

 

Update berita lainnya di PROHABA.CO dan Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved