Rabu, 6 Mei 2026

Kesehatan

Depresi sebagai Tantangan Global dan Upaya Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Depresi, gangguan mental yang umum menimpa sekitar 5?ri populasi dewasa global, dengan lebih banyak wanita terpengaruh daripada pria.

Tayang:
Penulis: Safira Aznura Yunda | Editor: Jamaluddin
Kompas.com
Ilustrasi wanita yang mengalami depresi. 

Jika Anda merasakan gejala depresi atau masalah mental lainnya, segera berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater.

PROHABA.CO - Depresi, gangguan mental yang umum menimpa sekitar 5 persen dari populasi dewasa global, dengan lebih banyak wanita terpengaruh daripada pria.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Maret 2023, sekitar 280 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi, dan lebih dari 10 persen wanita hamil serta setelah melahirkan mengalami kondisi ini.

Depresi bukan sekadar perubahan suasana hati sehari-hari, ini dapat merusak semua aspek kehidupan, termasuk hubungan, pekerjaan, dan sekolah.

Faktor-faktor seperti kekerasan, kehilangan yang parah, dan peristiwa stres memperbesar risiko terkena depresi.

Meskipun ada pengobatan yang efektif, lebih dari 75 persen orang di negara berpendapatan rendah dan menengah tidak mendapatkan perawatan.

Hambatan seperti kurangnya investasi dalam perawatan kesehatan mental dan stigma sosial terhadap gangguan mental menjadi penyebab utama ketidakmampuan akses ke perawatan.

Gejala depresi termasuk perasaan sedih, konsentrasi buruk, dan pemikiran tentang bunuh diri.

Depresi dapat dikategorikan sebagai ringan, sedang, atau berat, tergantung pada jumlah dan keparahan gejala.

Langkah-langkah pencegahan telah terbukti efektif, termasuk pendekatan komunitas seperti program sekolah untuk anak-anak dan remaja, serta intervensi untuk orangtua dengan masalah perilaku anak.

Olahraga bagi orang dewasa tua juga dapat membantu mencegah depresi.

Pentingnya perawatan ditekankan, dengan perawatan psikologis dan obat-obatan menjadi pilihan efektif.

Terapi seperti aktivasi perilaku dan terapi perilaku kognitif telah terbukti berhasil.

Antidepresan seperti inhibitor pengambilan serotonin selektif (SSRI) juga digunakan dalam pengobatan, meskipun dengan pertimbangan efek samping dan preferensi individu.

Organisasi Kesehatan Dunia telah merespons tantangan depresi melalui Rencana Aksi Kesehatan Mental 2013–2030 dan Program Tindakan Celah Kesehatan Mental.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved