Tahukah Anda
Stres Akibat Keuangan Paling Berdampak bagi Kesehatan, Ini Alasannya
Kesehatan finansial merupakan hubungan dinamis antara sumber daya keuangan dan ekonomi seseorang yang digunakan untuk atau berdampak pada kondisi kese
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bukti bahwa stres karena uang berkaitan dengan perubahan jangka panjang pada penanda kesehatan utama, termasuk perubahan yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh, sistem saraf, dan sistem hormonal.
PROHABA.CO - Kesejahteraan finansial masih menjadi persoalan hingga saat ini.
Tak jarang sejumlah orang akan mengalami stres karena kendala finansial yang dihadapinya.
Kesehatan finansial merupakan hubungan dinamis antara sumber daya keuangan dan ekonomi seseorang yang digunakan untuk atau berdampak pada kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Tekanan finansial dapat berdampak lebih bagi kesehatan mental seseorang.
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bukti bahwa stres karena uang berkaitan dengan perubahan jangka panjang pada penanda kesehatan utama, termasuk perubahan yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh, sistem saraf, dan sistem hormonal.
Para ilmuwan di University College London (UCL) dan Kings ColKings College, Inggris, mengatakan bahwa analisis mereka yang pertama adalah mengeksplorasi bagaimana berbagai jenis stres kronis berhubungan dengan penanda kesehatan pada kelompok lansia.
Data untuk penelitian ini mencakup hampir 5.000 orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun.
Dari keenam penyebab stres umum yang diteliti dalam kelompok ini, termasuk tekanan keuangan, pengasuhan anak, kecacatan, kehilangan, penyakit, dan perceraian, tekanan keuangan dikaitkan dengan profil kesehatan yang paling berisiko dalam jangka panjang.
Baca juga: Menyantap Makanan Berlemak Saat Stres Berdampak Buruk bagi Tubuh, Ini Kata Ahli
Profil risiko ini ditentukan dengan menggunakan empat penanda dalam darah, yakni kortisol, yang merupakan hormon yang diproduksi sebagai respons terhadap stres, protein C-reaktif (CRP) dan fibrinogen, yang merupakan pemain kekebalan yang merespons peradangan, dan faktor pertumbuhan insulin-1.
(IGF-1), yang terkait dengan penuaan dan umur panjang.
Peserta penelitian yang dilaporkan mengalami stres secara umum, 61 persen lebih mungkin masuk dalam kategori risiko tinggi dibandingkan kategori risiko sedang atau rendah setelah empat tahun masa tindak lanjut.
Namun, orang-orang yang stres karena keuangan saja, hampir 60 persen lebih mungkin menunjukkan profil risiko tinggi empat tahun kemudian.
Untuk setiap tekanan tambahan, seperti perceraian, kemungkinannya melonjak sebesar 19 persen.
Asosiasi ini tetap signifikan, terlepas dari faktor genetika, sosial ekonomi, usia, jenis kelamin, atau gaya hidup.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-orang-stress.jpg)