Minggu, 14 Juni 2026

Tahukah Anda

Mengapa Kita Harus Makan dengan Perlahan? Ini Alasannya

Ternyata makan pelan-pelan lebih baik untuk kesehatan tubuh dibandingkan makan cepat. Apa alasannya?

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi makanan manis. 

PROHABA.CO -  Setiap orang memiliki cara yang berbeda saat makan, ada yang makan dengan perlahan, ada juga yang makan dengan cepat.

Ternyata makan pelan-pelan lebih baik untuk kesehatan tubuh dibandingkan makan cepat. Apa alasannya?

Lebih baik makan pelan-pelan daripada makan dengan cepat.

Hal ini karena makan dengan cepat tidak membuat sistem pelepasan hormon pemberi rasa kenyang bekerja dengan optimal.

Pernahkan Anda duduk makan siang atau makan malam bersama teman-teman Anda?

Dalam situasi itu, Anda mungkin bisa mengamati ada salah satu teman yang dapat menghabiskan makanan lebih cepat dibandingkan orang lain.

Meski makandengan cepat ini bisa jadi merupakan persepsi relatif, tapi sebenarnya makan terlalu cepat dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan seseorang.

Mengutip Science ABC, makan cepat berpotensi membuat Anda mengalami obesitas.

Mengapa bisa seperti itu?

Lebih banyak kalori, lebih sedikit kepuasan Sejak seseorang mulai makan, dibutuhkan waktu hampir 20 menit bagi otak untuk mengirimkan sinyal kenyang yang memberi tahu untuk berhenti makan.

Baca juga: Stop Kebiasaan Makan Mi Instan Campur Nasi, Ahli Gizi Ungkap Risiko dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

Oleh karena itu, ketika makan terlalu cepat, Anda mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan orang yang makan lambat sebelum mulai merasa kenyang dan kemudian berhenti.

Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal Epidemiology, pemakan cepat mengalami lebih sedikit kepuasan setelah makan.

Di sisi lain, makan dengan perlahan atau santai, memberi waktu untuk menyadari bahwa Anda sudah cukup makan dan menikmati makanan dengan baik.

Tidak ada rasa Jika Anda makan terlalu cepat, ada kemungkinan besar Anda tidak akan ‘merasakan’ rasa makanan sepenuhnya seperti orang yang makan dengan durasi yang lebih lambat.

Menurut penelitian berjudul “Optimal directional volatile transport in retronasal olfaction” orang yang makan cepat tidak dapat merasakan bau makanan selengkap orang yang makan dengan lambat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved