Tahukah Anda
Mengapa Kita Harus Makan dengan Perlahan? Ini Alasannya
Ternyata makan pelan-pelan lebih baik untuk kesehatan tubuh dibandingkan makan cepat. Apa alasannya?
PROHABA.CO - Setiap orang memiliki cara yang berbeda saat makan, ada yang makan dengan perlahan, ada juga yang makan dengan cepat.
Ternyata makan pelan-pelan lebih baik untuk kesehatan tubuh dibandingkan makan cepat. Apa alasannya?
Lebih baik makan pelan-pelan daripada makan dengan cepat.
Hal ini karena makan dengan cepat tidak membuat sistem pelepasan hormon pemberi rasa kenyang bekerja dengan optimal.
Pernahkan Anda duduk makan siang atau makan malam bersama teman-teman Anda?
Dalam situasi itu, Anda mungkin bisa mengamati ada salah satu teman yang dapat menghabiskan makanan lebih cepat dibandingkan orang lain.
Meski makandengan cepat ini bisa jadi merupakan persepsi relatif, tapi sebenarnya makan terlalu cepat dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan seseorang.
Mengutip Science ABC, makan cepat berpotensi membuat Anda mengalami obesitas.
Mengapa bisa seperti itu?
Lebih banyak kalori, lebih sedikit kepuasan Sejak seseorang mulai makan, dibutuhkan waktu hampir 20 menit bagi otak untuk mengirimkan sinyal kenyang yang memberi tahu untuk berhenti makan.
Baca juga: Stop Kebiasaan Makan Mi Instan Campur Nasi, Ahli Gizi Ungkap Risiko dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh
Oleh karena itu, ketika makan terlalu cepat, Anda mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan orang yang makan lambat sebelum mulai merasa kenyang dan kemudian berhenti.
Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal Epidemiology, pemakan cepat mengalami lebih sedikit kepuasan setelah makan.
Di sisi lain, makan dengan perlahan atau santai, memberi waktu untuk menyadari bahwa Anda sudah cukup makan dan menikmati makanan dengan baik.
Tidak ada rasa Jika Anda makan terlalu cepat, ada kemungkinan besar Anda tidak akan ‘merasakan’ rasa makanan sepenuhnya seperti orang yang makan dengan durasi yang lebih lambat.
Menurut penelitian berjudul “Optimal directional volatile transport in retronasal olfaction” orang yang makan cepat tidak dapat merasakan bau makanan selengkap orang yang makan dengan lambat.
Studi lain yang dipublikasikan oleh peneliti di Medical University of South Carolina mengungkapkan, mengonsumsi makanan berkalori 690 kalori dalam lima menit menyebabkan 50 persen lebih banyak episode refl uks asam.
Baca juga: Pemilu Indonesia 2024 Jadi Perhatian Dunia, Ini Alasannya
Baca juga: Awas, Ini Efeknya jika Tidur Setelah Makan
Itu terjadi karena saluran pencernaan dipenuhi dengan lebih banyak makanan dalam satu waktu.
Makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, pendarahan internal, dan gangguan pencernaan lainnya.
Jadi, seberapa cepat kita harus makan?
Waktu 20 menit dianggap sebagai standar umum untuk menghabiskan seporsi makanan.
Saat makanan atau air mulai memenuhi perut, reseptor regangan diaktifkan yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf vagas, yaitu saraf yang menghubungkan batang otak dan usus.
Lalu ketika makanan yang dicerna sebagian masuk usus kecil, sinyal hormonal dilepaskan.
Proses ini rata-rata memakan waktu hampir 20 menit untuk menyelesaikan dan membuat Anda merasa kenyang.
(Kompas.com)
Baca juga: Makan Daging Kambing Bikin Kolesterol Tinggi, Benarkah?
Baca juga: Waspadai Makan Lewat Jam 9 Malam Tingkatkan Risiko Penyakit Stroke
Baca juga: Mengapa Kita Tidak Bisa Mengingat Masa yang Terjadi Saat Bayi? Ini Alasannya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Kita Harus Makan dengan Perlahan?",
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-makanan-manis-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.