Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

Ikuti Google Maps, Dua Turis Asal Jerman Malah Nyasar ke Sungai Penuh Buaya

Philipp Maier dan Marcel Schoene, dua turis asal Jerman beruntung masih hidup setelah kesalahan penunjuk arah dari Google Maps.

Editor: Muliadi Gani
Unsplash/Tamas
Cara melacak lokasi orang dengan nomor HP. 

PROHABA.CO, SYDNEY -  Philipp Maier dan Marcel Schoene, dua turis asal Jerman beruntung masih hidup setelah kesalahan penunjuk arah dari Google Maps.

Maier dan Schoene sedang berkendara dari Cairns ke Bamaga di Far North Queensland pada awal Februari lalu, ketika Google Maps mengarahkan mereka untuk mengikuti sebuah jalur lama yang masih bertanah, melalui Taman Nasional Oyala Thumotang.

Dilansir dari NDTV, menurut 9News, mereka melakukan perjalanan dari Cairns ke Bamaga dan berakhir di jalur tanahterpencil yang membawa mereka ke taman nasional yang tertutup untuk umum.

Mobil mereka terjebak lumpur setelah berkendara sejauh 37 mil di trek yang sepi.

Tanpa layanan seluler dan persediaan terbatas, mereka terpaksa meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki selama lebih dari seminggu untuk mencapai tempat yang aman.

Mereka menghadapi kondisi cuaca buruk, termasuk badai petir dan panas ekstrem, dan bahkan sampai di sungai yang dipenuhi buaya selama cobaan berat tersebut.

Setelah menempuh jarak 60 kilometer, mereka menemui kesulitan karena kendaraannya macet.

Baca juga: Dua Bus Asal Sumatera Selatan Masuk Jurang Gegara Ikut Petunjuk Google Maps 

Baca juga: Viral, Mobil Diduga Milik Google Maps Nyasar di Kebun Tebu Malang

Baca juga: Caleg Partai Garuda Devara Putri Prananda Dipecat, Jadi Tersangka Pembunuhan Cinta Segitiga 

Mencoba untuk melanjutkan dengan berjalan kaki, mereka segera menyadari bahwa mereka menghadapi situasi yang serius.

“Saya merasa seperti berada di fi lm jelek, tetapi berakhir bahagia,” kata Maier.

“Kami mencoba membangun tempat perlindungan.

Namun hal itu tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Jadi, kami tidur di bawah langit.

Hujan turun sepanjang waktu, tapi tidak apa-apa,” tambahnya.

Mereka membutuhkan waktu seminggu untuk berjalan kembali ke Kota Coen.

Akhirnya, mereka berhasil mencapai kota kecil untuk mencari bantuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved